Kuliner Enak di Dieng yang patut anda coba

buah carica dieng

Setiap berkunjung ke setiap obyek wisata disuatu tempat pasti anda tidak hanya melihat keindahan suatu tempat tersebut atau keunikan tempat tersebut karena tidak lengkap apabila anda tidak mencicipi kuliner khas di daerah tersebut yang tentu kelezatannya hanya akan anda dapatkan ditempat tersebut. Apalagi saat anda berkunjung ke Dieng , dataran tinggi yang berada di ketinggian 2.000 mdpl ini memiliki suhu yang begitu dingin sehingga sangat cocok untuk pecinta kuliner karena lapar pasti akan segera tiba menghampiri anda dengan segera.

Terus apa yang bisa anda coba cicipi kuliner di Dieng ini ? Ada beberapa kuliner dan bahkan apabila anda berburu di kota Wonosobo maka anda bisa mendapatkan kuliner yang begitu khas dan sangat lezat untuk anda nikmati karena memang rasa khas melekat dari masakan asli orang Wonosobo. Berikut kuliner enak di Dieng yang patut anda coba saat berwisata ke Dieng.

Mie Ongklok

mie onklokMie Ongklok adalah kuliner wajib yang harus dicoba oleh wisatawan saat berkunjung ke Dieng, rasa yang khas akan menggoyang lidah anda terutama kuah dari Mie Ongklok yang bernama loh terbuat dari tepung kanji sehingga memiliki teksture yang kental berbeda dari pada mie yang lainnya. Tak lupa potongan sayur dari daun kubis dan kucai yang direbus bersama mie kuning akan menjadikan rasa lebih menggoda untuk dicoba. Yang tak akan kalah menggoda adalah anda bisa menikmati Mie Ongklok ini bersama dengan pendampingnya yaitu sate sapi dan tempe kemul yang begitu crispy.

Untuk mendapatkan rasa yang khas atau tips dari kami maka anda bisa memotong tempe kemul dan mencampurnya didalam Mie Ongklok sehingga akan tercipta rasa yang tidak terlupakan saat anda menyantap bersama dengan patner kerja, sahabat maupun keluarga. Untuk mendapatkan kuliner khas ini anda bisa mengunjungi tempat makan yang memang khusus Mie Ongklok seperti Mie Ongklok Longkrang, Mie Ongklok Pak Muhadi dan Mie Ongklok Bu Umi.

Sega Megana khas Wonosobo

Sega Megana memang bukan asli khas kota Wonosobo atau Dieng, namun anda bisa mencoba nasi megono yang khas Wonosobo yaitu rasanya begitu manis namun ada sedikit tambahan rasa asin. Yang membuat beda adalah dimana ada nasi megana Wonosobo ini pasti akan ada selalu tempe kemul, ya tempe kemul merupakan makanan wajib ada ketika nasi megono ini hadir. Rasa renyah dan tempe yang mlenuk istilah dari masyarakat Dieng maupun Wonosobo ini bisa membuat anda kecanduan untuk mencoba Sega Megana khas Wonosobo. Makanan khas ini hanya bisa anda nikmati saat sarapan saja karena apabila sudah siang menjelang biasanya penjual sudah mulai tutup karena memang porsinya yang mini sesuai untuk sarapan saja.

Olahan Buah Carica

gambar kuliner khas diengCarica adalah buah yang berasa dari dataran tinggi Andes , Amerika Selatan ini hanya tumbuh diketinggian 1.500 mdpl hingga 3.000 mdpl. Untuk di Indonesia sendiri anda hanya bisa menemukan buah Carica di Dieng dan di Bali saja, namun apabila di Bali anda tidak bisa menemukan buah Carica kerena di Bali buah ini bernama Gedang Memedi. Hasil olahan buah Carica ini bisa anda nikmati dalam bentuk manisan, atau keripik dengan rasa khas Carica namun apabila anda menginginkan untuk mencoba buah Carica langsung maka anda bisa mencobanya saat berkunjung ke setiap obyek wisata. Rasa buah yang asam sedikit manis dan teksture daging buah yang kenyal memang menjadi ciri khas buah ini untuk dijadikan olahan manisan yang bisa anda bawa pulang untuk oleh – oleh keluarga dirumah.

Purwaceng

purwaceng diengPurwaceng atau dalam bahasa latinnya adalah Pimpinella Pruatjan ini merupakan tanaman yang hanya hidup di ketinggian 2.000mdpl, memiliki bentuk yang hampir mirip dengan tumbuhan pegagan namun tidak merambat membuat tanaman khas Dieng ini sulit untuk ditemukan karena untuk membudidayakan diperlukan ketlatenan khusus agar bisa menghasilkan biji yang akan ditanam kembali. Olahan dari tanaman Purwaceng ini biasa dijadikan minuman namun yang berkhasiat adalah pada bagian akarnya yang kemudian diolah dan menjadi bubuk dan diseduh untuk diminum.

Untuk mendapatkan minuman Purwaceng anda bisa membeli disepanjang warung disetiap obyek wisata atau di Pusat Oleh – Oleh khas Dieng , biasanya sudah dalam bentuk kemasan berupa sachet dengan rasa yang bervariasi seperti rasa kopi, rasa teh dan rasa original. Diketahui minuman Purwaceng ini banyak dicari oleh wisatawan yang berkunjung ke Dieng karena khasiatnya yang begitu unik yaitu bisa menambah gairah seks atau stamina untuk pria maupun wanita.

Itulah beberapa kuliner yang enak dan bisa anda coba saat berwisata ke Dieng mulai dari Mie Ongklok, Sega Megana, Olahan Buah Carica hingga mencoba minuman Purwaceng. Semua bisa anda temukan saat berwisata ke Dieng, namun apabila anda masih ragu dan bimbang maka anda bisa menggunakan jasa tour wisata ke Dieng mulai dari wisata Dieng selama satu hari, dua hari hingga tiga hari. Untuk mendpatkan tawaran menarik anda bisa langsung menghubungi kami segera dengan nomor kontak yang tertera di website ini.

Tempe Kemul Kuliner Khas Dieng, Enak Renyah Gurih dan Murah

tempe kemul kuliner khas dieng wonosobo

tempe kemul

Berwisata ke Dieng tidak sekedar menikmati obyek wisatanya saja. namun Anda perlu mencicipi aneka kuliner lokal agar moment liburannya semakin komplit. Salah satunya ialah tempe kemul. Sebuah cemilan khas yang menjanjikan rasanya enak, gurih, renyah dan bisa didapatkan dengan harga murah.

Sejak dahulu kala masyarakat Dataran Tinggi Dieng Wonosobo menjadikan tempe kemul menjadi panganan sehari-hari yang tak lepas dari berbagai aktivitas seperti syukuran, hajatan bahkan hanya sekedar untuk teman ngopi.

Seperti apakah tempe kemul?


Bila mendengar kata tempe kemul, memang terdengar agak aneh. Sebenarnya tempe kemul seperti apa sih? Apakah sebangsa mendoan? Atau tempe goreng tepung biasa? Dari namanya “tempe” dan “kemul”, “kemul” memiiki arti selimut. Jadi tempe kemul ialah tempe selimut atau tempe yang diselimuti dengan menggunakan tepung.

Kebanyakan orang menganggap tempe kemul ialah tempe sebangsa mendoan. Dugaan tersebut salah karena ada beberapa perbedaan antara tempe kemul dengan tempe mendoan. Tempe mendoan merupakan makanan khas Banyumas. Mendoan menggunakan tempe berbentuk persegi dan tipis, tempe tersebut digoreng dengan dilapisi adonan tepung. Adonan tepung yang menempel di tempe memiliki tekstur tipis dan saat menggorengnya pun setengah matang atau “mendo”. Tepungnya masih lembek dan berminyak. Warna dari mendoan putih dan tidak dikasih bumbu kunyit.

Sedangkan tempe kemul, dari bahan-bahannya pun berbeda. Tempe yang digunakan untuk menggunakan tempe kemul ialah tempe kecil akan tetapi memiliki volume tebal. Biasanya satu tempe untuk satu buah tempe kemul. Bahan untuk menyelimuti tempe kemul diantaranya tepung pati basah, tepung terigu/gandum dengan bumbu dapur yakni bawang, kencur, kunyit dan ketumbar. Untuk mempercantik hidangan biasanya akan ditambahkan daun kucai supaya terlihat menarik.

Adonan tepung yang digunakan untuk menyelimuti tempe di buat tebal, jadi terkadang tempenya yang kecil dan lapisan “kemul” atau tepungnya yang tebal. Ketika menggoreng tempe kemul harus sampai kering agar renyah dan tidak terlalu berminyak. Tempe kemul ini berwarna kuning dengan hiasan daun kucai yang akan terlihat kontras dan akan membuat siapa saja untuk tidak enggan mencicipinya.

Dimana bisa mendapatkan tempe kemul?


Kuliner khas yang enak, gurih, renyah dan murah ini akan Anda didapatkan di area Dieng atau Wonosobo. Ketika pagi atau sore hari banyak para penjual kaki lima yang menjual tempe kemul hangat karena langsung digoreng di tempat. Hampir kebanyakan warung pasti menyediakan kudapan yang enak, gurih, renyah dan murah ini.

Mie ongklok kuliner khas dieng wonosobo
Ini dia tempe kemul juga sebagai pendamping kuliner khas mie ongklok.

Untuk mendapatkan satu buah tempe kemul, Anda hanya butuh mengeluarkan dari dompet anda sebanyak 500 rupiah atau 700 rupiah atau 1000 rupiah saja. Tempe kemul merupakan kudapan khas Dieng Wonosobo yang sangat cocok untuk menemani minum kopi di pagi atau di sore hari. Hawa Dieng yang sangat sejuk membuat kuliner khas yang satu ini laris di pasaran. Tempe kemul juga sebagai pendamping makan mie ongklok jadi hampir semua warung mie ongklok menyediakan kudapan spesial ini. Hampir setiap wisatawan yang datang pastinya telah mencicipi tempe kemul.

Saat ini tempe kemul sudah tersedia dalam bentuk kemasan yakni dikenal dengan sebutan petos “tempe atos” atau tempe kemul mungil yang dibikin seperti kripik jadi bisa Anda bawa untuk oleh-oleh khas Dieng. Tak hanya syrup carica, kripik kentang, kecang Dieng atau purwaceng saja. Tempe kemul kemasan ini wajib dimasukkan daftar nama oleh-oleh khas untuk buah tangan dan dibawa ke kota asal Anda. Selamat berkunjung dan mencicipi tempe kemul yang renyah, enak, gurih dan murah ini sebagai kudapan khas asli Dieng/Wonosobo.

Ingin ke Dieng jangan lupa baca panduan ke Dieng nya juga ya.

Carica Tanaman Khas Negeri Kahyangan

buah carica dan manisan carica dieng

Tak hanya kaya wisata alam yang beraneka ragam saja seperti sunrise cantik, telaga menawan, candi-candi kuno maupun kawah-kawah yang masih aktif. Dieng juga kaya akan keanekaragaman hayati seperti aneka sayuran Dieng, cabe gendot, purwaceng dan yang paling tenar di negeri kahyangan ini adalah tanaman carica.

Seperti apakah carica?

Carica merupakan tanaman sebangsa papaya tapi tidaklah sembarang papaya dan bahkan bukan papaya yang sering kita konsumsi pada umumnya. Carica adalah papaya khas Dieng dan di Indonesia hanya tumbuh di Dieng saja. Makanya tanaman ini di buru banyak orang-orang yang sedang berwisata kedaerah dataran tinggi ini. Carica tumbuh baik mulai di ketinggian 1.700 mdpl. Pohon carica memanglah unik. Batang dan daunnya hampir mirip seperti papaya akan tetapi pohon carica ini bercabang banyak. Tentu sangat berbeda dengan papaya biasa yang jarang bercabang.

Mungkin sebagian orang mengira buah carica sangatlah aneh karena mempunyai ukuran sangat mungil dan memiliki struktur buah seperti belimbing. Buah carica ini menempel pada batang-batang pohon. Rasa buah carica sangatlah unik. Rasa dagingnya asam seperti buah nanas dan rasa bijinya seperti buah markisa. Jika dimakan segar tidaklah sesedap aromanya karena sangatlah asam. Jika ingin mencicipi buah carica Dieng biasanya sudah ada dalam bentuk makanan khas Dieng berupa manisan carica.

Makanan olahan carica Dieng

Sekarang ini hampir seluruh masyarakat Dieng Wonosobo membuat aneka makanan olahan. Kebanyakan jajanan khas tersebut berbahan baku carica. Produk utama buah carica ialah manisan carica. Manisan carica ini sangat laku di pasaran. Hampir semua wisatawan yang berkunjung ke Dieng mereka pasti membawa buah tangan yang satu ini. Meskipun berat saat membawanya ke kampung halaman tetap saja mereka tak segan-segan membeli jajanan special Dieng yang satu ini. Makanya sekarang banyak produk-produk home industy yang mengembangkan manisan carica. Tak hanya untuk konsumsi local dan ditempat wisata saja, manisan carica sudah merambah ke berbagai daerah. Ada beberapa jenis kemasan yang diproduksi, mulai kemasan kecil, sedang dan besar.

Manisan keringpun juga di buat akan tetapi tak setinggi minat orang-orang yang menginginkan manisan basah in syrup. Buah carica Dieng tidak hanya di buat manisan saja, syrup carica yang rasanya nikmat dengan aroma menggoda juga di produksi oleh para pengolah makanan khas. Syrup carica ini di jual dalam kemasa botol sedang dan cocok juga sebagai oleh-oleh khas penanda sudah berkunjung ke Dieng Plateau. Kripik carica salah satu hasil produk buah carica. Kripik ini terbuat dari bahan utama buah carica yang di campur dengan bahan lain seperti gulan maupun tepung. Meskipun sudah menjadi kripik rasa carica masih terjaga.

Asyiknya Menikmati Mie Ongklok, Kuliner Khas Ala Wonosobo

Mie ongklok kuliner khas dieng wonosobo

Siapa yang suka berburu makanan khas? Jangan sampai terlewatkan untuk mencicipi kuliner khas ala Wonosobo yang terkenal dengan sebutan Mie Ongklok, mampirlah sebentar untuk menghangatkan badan Anda dan menghilangkan rasa lapar setelah asyik berjalan-jalan menikmati keindahan alam Dataran Tinggi Dieng. Pastinya akan terasa sangat nikmat jika menjajal kuliner khas Wonosobo ini setelah menghabiskan waktu seharian untuk berkeliling telaga-telaga, candi-candi, kawah-kawah maupun menikmati sunrise Dieng dengan hawa yang begitu Dingin.

Buang rasa penasaran Anda berserta keluarga maupun rekan tercinta untuk mampir ke restoran maupun warung-warung kecil yang khusus menyediakan mie ongklok. Tentu saat liburan tiba warung-warung mie ongklok yang kebanyakan masih warung-warung kecil yang berada di tepi-tepi jalan padat pengunjungnya. Mereka semua sangat antusias untuk berburu kuliner khas yang satu ini. Mau tau kenapa di sebut mie ongklok dan bagaimana cara pembuatannya ya? Mie onngklok, sesuai sebutan namanya si kuliner khas Wonosobo ini memang diambil dari cara memasaknya yaitu di ongklok-ongklok atau dalam bahasa indonesianya adalah di celupkan berulang kali di air mendidih.

sate sapi pendamping mie ongklok wonosobo
Sate sapi sebagai pendamping santap kuliner khas Wonosobo yaitu mie ongklok

Cara pembuatan mie ongklok ini memang terlihat sederhana tapi butuh skill juga agar mie ongklok terasa khas. Pertama-tama harus disiapkan terlebih dahulu racikan bumbu dan bahannya seperti mie kuning, kubis/daun kol, daun kucai, bumbu kental dengan rempah-rempah plus ebi, tahu bacem serta bumbu kacang. Daun kol dan daun kucai biasanya sudah di potong-potong kecil. Potongan sayur tadi akan di tambahkan mie kuning dan siap dimasukkan keranjang bambu kecil inilah sebagai sarana untuk mengongklok racikan mie tadi. Mie kuning, daun kucai serta potongan kubis diongklok berulang kali ke air mendidih sampai matang baru di sajikan di mangkuk-mangkuk kecil, kemudian ditambahkan kuah kental dengan bumbu rempah yang mempunyai tekstur kental serta ditambahkan bumbu kacang. Ada juga yang di taburi tahu bacem atau suwiran ayam tergantung warung-warung mie ongkloknya. Saat penyajian mie ongklok ini jangan lupa juga teman sejatinya dan malah menjadi pendamping utama saat memakan mie ongklok yaitu sate sapi. Bagi wisatawan yang suka pedas, sambel lombok ijonya juga bikin kita menggoyang lidah lho.

tempe kemul wonosobo pendamping mie ongklok
Tempe kemul dan geblek sebagai pendamping saat makan mie ongklok dan kuliner khas Wonosobo

Saat ingin berburu makanan yang satu ini memang harus sabar apalagi pas hari libur atau long weekend tiba, Anda harus mengantri lama demi semangkok mie ongklok hangat. Tapi dijamin tidak akan merugi karena aroma dan rasa mie ongklok akan menggoyang lidah Anda. Saat mengantri Anda juga mencicipi kuliner khas Wonosobo lainnya seperti tempe kemul maupun geblek yang biasanya tersedia di warung-warung khusus mie ongklok. So jangan sampai terlewatkan ya untuk menjajal buruan utama wisatawan ke Dieng yaitu mie ongklok yang sudah tenar sampai pelosok daerah jangan lupa juga menjajal minuman khas Dieng yaitu Purwaceng dan pepaya kerdil Dieng yaitu si buah unik Carica. Selamat mencoba.

Apa Sih Purwaceng Itu ?

purwaceng dieng
purwaceng dieng
Inilah tanaman purwaceng sebagai gingseng Dieng yang merambat di atas tanah.

Ada satu hal yang tidak boleh terlewatkan saat berkunjung ke Dataran Tinggi Dieng. Yang terkenal dengan minuman penghangatnya atau gingseng Diengnya. Siapa sih yang tidak tau Purwaceng? Tentunya nama purwaceng tidak lagi asing di kalangan para wisatawan yang hadir. Hampir semua pelancong yang sedang berlibur ke Dieng pasti menanyakan minuman yang satu ini. Purwaceng memang salah satu minuman khas terfavorite para pelancong yang sedang bepergian ke Dieng. Minuman khas Dieng ini sangat cocok di nikmati di daerah yang berhawa dingin seperti Dieng. Purwaceng ini tumbuh baik di Dieng di ketinggian di atas 2000 meter di atas permukaan laut.

purwaceng 2
Tanaman purwaceng di olah menjadi minuman penghangat khas Dieng dari semua bagian daun, batang dan akar

Purwaceng merupakan tumbuhan berkhasiat seperti gingseng dan memiliki rasa khas yaitu pedas. Tanaman dengan nama ilmiah Pimpinella Pruatjan tergolong tanaman langka di Dieng. Untuk pembudidayaan tanaman purwaceng juga sangatlah sulit dan waktu pembudidayaannya terbilang lama tidak seperti kentang yang hanya 3 bulan maupun tanaman carica yang cara tumbuhnya mudah. Untuk harga purwaceng Dieng ini terbilang mahal dibanding minuman berkhasiat lain.

purwaceng dieng
Akar purwaceng yang berbentuk seperti gingseng

Sebelum membawa minuman khas Dieng ini tentunya Anda harus tau apa khasiat dari purwaceng Dieng. Purwaceng memang identik dengan para Pria yaitu bermanfaat untuk meningkatkan stamina atau sebagai jamu untuk meningkatkan  kemampuan seksual pria makanya sering disebut-sebut sebagai viagranya Indonesia yang diracik seperti jamu tradisional. Tapi tidak hanya pria saja yang bisa mengkonsumsi purwaceng, wanita pun sangat dianjurkan meminum minuman penghangat tubuh dari negeri para Dewa ini. Tidak hanya identik untuk meningkatkan stamina saja dari si tamanan khas Dieng ini, purwaceng juga sangat bermanfaat untuk melancarkan peredaran tubuh, menghangatkan tubuh, sebagai obat tradisionl untuk masuk angin, obat cacing, anti bakteri, anti kanker, penghilang rasa sakit serta juga dapat memperlancar buang air kecil. Nah ternyata purwaceng sebagai tumbuhan khas Dieng ini memang kaya manfaat, dan bagi Anda yang sedang ataupun berencana mengisi liburan Anda ke Dieng jangan lupa untuk menikmati hangatnya purwaceng di daerah yang sering di juluki negeri di atas awan. Anda dapat menemukan purwaceng di pusat oleh-oleh khas Dieng Wonosobo maupun di area tempat wisata Telaga Warna, Kawah Sikidang maupun Komplek Candi Arjuna.

×