Kawah Sikidang

kawah sikidang

Kawah Sikidang Dieng adalah satu obyek wisata yang sering ramai dikunjungi oleh para wisatawan. Apalagi wisatawan dari luar daerah maupun dari mancanegara karena fenomena seperti di Kawah Sikidang yang jarang di Dapat. Kawah Sikidang adalah salah satu kawah yang ada di Dieng yang aman di kunjungi. Kawah Sikidang tidak berbahanya karena tidak mengandung karbondioksida seperti yang ada dalam Kawah Sinila dan Kawah timbang.

Kawah Sikidang Dieng ini berbau belerang yang agak menyengat jadi di anjurkan siapapun yang berkunjung ke kawasan Kawah Sikidang Dieng diharapkan memakai masker untuk mengurangi kadar bau belerang yang ada.

Kawah Sikidang Dieng ini terbilang unik karena kawah utamanya sering berpindah-pindah tempat makanya penduduk lokal menamakan kawah ini sebagai Kawah Sikidang yang berasal dari kata Kidang yaitu hewan Kijang.

Di area kawah sikidang banyak terdapat kawah-kawah kecil dengan air mendidih.Titik didih kawah kecil ini tidak sampai 100 derajad celcius jasi terbilang tidak telalu panas. Air belerang sebenarnya bagus untuk pengobatan kulit seperti jerawat atau penyakit gatal lainnya sehingga bagi Anda yang mempunyai masalah dengan kulit dapat memanfaatkan fenomena alam Dieng yang satu ini sebagai obat. Hanya mengoleskan sedikit air yang mengandung belerang di Kawah Sikidang di Dieng ke bagian kulit yang bermasalah.

kawah Sikidang Utama di Dieng Jawa Tengah
Asap mengepul terlihat di Kawah Sikidang Diengdengan air belerang yang mendidih

Selain untuk pengobatan,tekstur alam yang berwarna warni pun sering di manfaatkan oleh para pengunjung untuk berfoto ria. Apalagi sambil mencicipi telur yang di rebus di air berlerang. Dikawah utama kita dapat menemukan penduduk setempat sedang merebus telur ayam maupun telur puyuh dan siap dijual jika wisatawan mengingikan mencicipi si telur rasa belerang ini. Banyak wisatawan penasaran mencicipi telur belerang rasanyapun tidak berbeda dengan rasa telur rebus hanya saja sedikit tercium bau belerang karena telur rebus belerang ini saat merebusnya di bungkus dengan plastik terlebih dahulu.

Selesai icip-icip telur rebus Kawah Sikidang Anda juga dapat berbelanja ketntang dieng yang baru di panen siap di jajakan oleh pedagang-pedagang lokal, buah carica, terung belanda, pring gondani, aneka macam bunga edelwais dan lain sebagainya semua akan Anda temukan saat mengunjungi Kawah Sikidang Dieng

Telaga Warna

Telaga Warna Dieng

Berlibur bersama keluarga tercinta adalah ide yang menarik. Mengunjungi telaga cantik di Dieng yaitu Telaga Warna Dieng yang telah di nobatkan menjadi telaga terindah di Dieng akan menjadi suatu keharusan. Telaga Warna merupakan salah satu obyek wisata Dieng di alam terbuka yang akan mengajari Anda dan keluarga serta kerabat untuk mengajarkan kata bersyukur dan mengagumi ciptaan Tuhan.

Di obyek wisata Telaga Warna Dieng, dengan pemandangan alam yang begitu menakjubkan sehingga mengisyaratkan kita untuk mengabadikannya. Saat memasuki pintu masuk utama Anda juga akan di sambut hangat oleh bunga-bunga hortensia atau yang di sebut bunga panca warna yang selalu bermekaran setiap harinya untuk menyambut setiap tamu yang datang.

Telaga Warna Dieng dengan pemandangan yang khas di muka telaga yaitu dua batang yang tidak pernah rapuh disana dan sudah menjadi icon tersendiri. Banyak orang-orang memanfaatkan dua batang tersebut untuk berfoto-foto dengan background yang menawan terpadu bersama warna-warna cantik dari permukaan air Telaga Warna.

Telaga warna merupakan salah satu telaga di Dieng Plateau yang memiliki warna-warna di permuakaannya. Warna-warna tersebut di akibatkan karena adanya pantulan cahaya matahari ke dalam air belerang. Telaga ini mengandung sulfur yang tidak berlebihan sehingga dapat di pantulkan oleh cahaya matahari.

Waktu yang tepat untuk mengunjungi obyek wisata Telaga Warna Dieng adalah di saat siang hari. Matahari akan memantulkan sinarnya secara utuh ke dalam telaga yang mengandung kandungan belerang tersebut. Disisi Telaga Warna Dieng Anda juga dapat mengunjungi Telaga Pengilon, dan komplek gua-gua alam Dieng.

Komplek Candi Arjuna

komplek candi arjuna dieng

komplek candi arjuna dieng

Tidak hanya pemandangan alam saja yang tersaji di Dieng. Obyek wisata Dieng penuh sejarah juga akan di dapatkan. Seperti saat kita mengunjungi candi-candi Dieng khususnya di Komplek Candi Arjuna. Objek wisata yang satu ini akan membawa kita untuk flash back masa lalu saat kejayaan suatu beradaban di Dieng.

Komplek Candi Arjuna merupakan salah satu objek wisata yang banyak di gemari oleh para wisatawan. Komplek Candi Arjuna terletak di Desa Dieng Kulon Kabupaten Banjarnegara. Akses jalanpun sangat mudah dan tidak jauh dari pertigaan utama Dieng. Sebelum memasuki area candi kita terlebih dahulu akan menyaksikan puing-puing bekas rumah orang jaman dahulu yang di sebut Komplek Darmasala yang persis berada di sisi kakan kiri jalan setapak untuk memasuki komplek Candi Arjuna Dieng.

Ada lima bangunan candi yang berdiri di area ini diantaranya dari yang paling ujung namanya Candi Arjuna, Candi Srikandi, Candi Puntadewa, Candi Sembadra dan tepat berada di depan Candi Arjuna adalah Candi Semar. Semua candi-candi Dieng berukuran kecil. Candi-candi Dieng diperkirakan di bangun dari abad ke-7 sehingga bangunan candipun bermacam-macam. Karakteristik candi-candi yang ada di Komplek Candi Arjuna akan terlihat pada ukiran kala dan makaranya.

Komplek Candi Arjuna merupakan candi beraliran Hindu tertua di Jawa tampak pada arsitektur di setiap sisinya. Sedikit ukiran dan tampak lebih sederhana tidak seperti candi-candi Hindu lainnya yang dibangun setelahnya. Di area komplek Candi Arjuna biasanya di gunakan untuk ritual-ritual penting oleh penduduk setempat penduduk asli Dieng. Di sinilah upacara besar pencukuran rambut gimbal (Dieng culture festival) atau yang sering di sebut ruwatan anak rambut gimbal Dieng diselenggarakan.

Ada moment-moment langka yang hadir juga di area Candi Arjuna Dieng. Saat musim kemarau tiba disinilah embun-embun es pagi hari atu yang sering di sebut salju Dieng terhampar luas melengkapi landscape candi yang akan tampak dramatis. Suhu minus akan Anda dapatkan ketika mengunjungi Komplek Candi Arjuna saat musim kemarau tiba tepatnya sebelum matahari terbit dari ufuk timur.

×