Obyek Wisata Menarik di Wonosobo – Lubang Sewu Erorejo

lubang sewu erorejo waduk wadaslintang obyek wisata wonosobo

lubang sewu erorejo waduk wadaslintang obyek wisata wonosobo

Dieng ataupun Wonosobo merupakan daerah pegunungan yang memiliki hawa sejuk. Daerah ini memang kaya akan obyek wisata alamnya. Tidak hanya gunung, kawah, telaga atau sunrise saja yang dapat Anda saksikan. Tepatnya di musim kemarau seperti Bulan Juli hingga September di area Kabupaten Wonosobo muncul obyek wisata baru yaitu obyek wisata Lubang Sewu. Jadi ketika Anda mengunjungi Dieng di musim kemarau mampirlah untuk menyaksikan destinasi wisata Lubang Sewu yang telah terdaftar sebagai obyek wisata menarik di Wonosobo.

Apa yang dapat Anda saksikan?


Obyek wisata Lubang Sewu memang baru di kenal oleh kalangan masyarakat lokal di Bulan Agustus lalu 2015. Berawal dari share foto selfie di media social seperti instagram, tempat yang jarang disentuh wisatawan baik lokal ataupun luar daerah ini menjadi sesak ketika akhir pekan tiba. Tempat ini menjadi obyek wisata favorit kalangan anak-anak muda yang gila foto atau selfie. Lubang Sewu termasuk kedalam wisata musiman karena hanya ada ketika musim kemarau saja seperti di bulan Agustus dan September. Ada fenomena alam unik dapat disaksikan disini yaitu batu-batu yang membentuk batu karang seperti batu karang yang ada di pantai dengan seribu lubang dan membentuk seperti pahatan-pahatan atau ukiran alami. Batu-batu karang ini terletak di tepi bendungan, bukan pantai karena Wonosobo daerah pegunungan yakni di area waduk buatan yang bernama Waduk Wadaslitang. Waduk Wadaslintang merupakan waduk terluas di Kabupaten Wonosobo yang berbatasan dengan Kabupaten Kebumen. Nah bebatuan yang membentuk karang dengan seribu lubang inilah menjadi buruan para wisatawan pecinta selfie atau fotografi. Jika dilihat sekilas memang tampak menarik. Batu-batu besar dengan berbagai bentuk menjadi background landscape di obyek wisata Lubang Sewu apalagi di kombinasikan dengan genangan air di Waduk Wadaslintang serta area perbukitan hijau disekitarnya.

Bagaimana menuju Lubang Sewu Erorejo


Obyek wisata menarik Lubang Sewu atau dalam bahasa Indonesianya Lubang Seribu ini terletak di Desa Erorejo, Kecamatan Wadaslintang, Kabupaten Wonosobo dan tepatnya di area Waduk Wadaslintang. Untuk menuju tempat ini dapat ditempuh dengan menggunakan kendaraan roda 4 atau roda 2, arahnya menuju perbatasan antara Kabupaten Wonosobo dan Kabupaten Kebumen. Rute dari arah Wonosobo yakni melewati jalur antar propinsi menuju Kabupaten Banjarnegara, sebelum melewati tugu perbatasan Banjarnegara beloklah ke kiri di pertigaan Desa Sawangan tepatnya di lampu lalulintas dan cari arah menuju Kecamatan kaliwiro dan Wadaslintang. Perjalanan dari Kabupaten Kota Wonosobo memang terbilang jauh yakni sekitar 43,8 km dengan perkiraan waktu 1 jam 10 menit.

Kawah Candradimuka Dieng

kawah candradimuka dieng

kawah candradimuka dieng

Tentang Kawah Candradimuka Dieng


Dataran Tinggi Dieng merupakan daerah pegunungan aktif yang memiliki potensi wisata alam luar biasa. Selain menyajikan landscape pertanian menghijau berterasiring dan menjadi pemandangan khas Dieng adapula obyek wisata alam yang selalu digandrungi oleh wisatawan yakni berupa telaga, kawah, sunrise maupun candi. Daerah pegunungan aktif tidak lepas dari tempat wisata menarik akibat aktivitas vulkanik yaitu kawah. Selain Kawah Sikidang dan Sileri ada kawah menarik dan aman dikunjungi yakni obyek wisata Dieng Kawah Candradimuka yang kental akan cerita pewayangan dan keindahannya.

Pernahkah Anda mendengar cerita pewayangan kasatria Raden Gatotkaca? Nah, banyak orang membicarakan obyek wisata di Dieng yakni Kawah Candradimuka sebagai tempat sakral yakni dimana sang Gatotkaca memperoleh kesaktian setelah sekian lama di godok di dalam air Kawah Candradimuka. Makanya Raden Gatotkaca memang dijuluki sebagai kasatria yang memiliki “otot kawat balung wesi” dalam bahasa Indonesia bermakna sebagai kasatria kuat yang memiliki otot laksana kawat dan memiliki tulang seperti besi karena telah di rebus di dalam Kawah Candradimuka.

Secara alamiah Kawah Candradimuka terbentuk akibat aktivitas vulkanik yang sangat kuat. Hal ini terjadi seperti di Kawah Sikidang maupun Kawah Sileri. Dari ketiga kawah yang ada di Dieng tersebut memang memiliki karakteristik yang berbeda-beda. Kawah Sikidang memiliki karakter kawah utama yang selalu berpindah-pindah. Sedangkan Kawah Sileri memiliki air kawah berwarna abu-abu putih seperti air cucian beras. Dan Kawah Candradimuka juga memiliki keunikan tersendiri yaitu letupan dahsyat serta dibarengi suara gemuruh. Simaklah cerita perjalanan menuju Kawah Candradimuka Dieng untuk mengetahui lokasi dan bagaimana kesana.

Cerita Perjalanan Menuju Kawah Candradimuka


Kawah Candradimuka terletak jauh dari obyek wisata utama di Dieng seperti Sunrise Sikunir, Komplek Candi Arjuna, Telaga Warna/Telaga pengilon, Kawah Sikidang ataupu Museum dan Theater. Jarak yang jauh tidaklah menjadi halangan bagi wisatawan yang hendak menghabiskan waktu liburan mereka saat Dieng tour baik jalan-jalan sendiri atau jalan-jalan berpemandu seperti mengikuti paket wisata Dieng. Tidaklah asyik ketika pergi ke Dieng akan tetapi tidak semua ragam tempat wisata di Dieng tidak di kunjungi. Seperti obyek wisata berupa kawah yang sangat fenomenal ini yakni berwisata ke Kawah Candradimuka.

Bagi Anda yang belum pernah menginjakkan kaki di Dieng atau masih awan dengan Dieng pasti merasa bingung harus melewati jalan manakah jika ingin melihat kawah yang katanya dahsyat itu? Dari area Dieng Plateau tepatnya dari Desa Dieng Anda cukup mengarahkan kendaraan menuju Jalan Raya Dieng-Batur.

Ada beberapa belokan yang mengharuskan untuk berfikir mencari jalan benar. Nah ketika ada pertigaan bertuliskan sebelah kiri Jalan Raya Dieng-Batur dan sebelah kanan lurus Kepakisan. Pilihlah Kepakisan yakni lurus saja yang ada di sebelah kanan. Anda akan melewati jalan asyik berliku serta menyaksikan hamparan pertanian berterasiring di tebing-tebing pegunungan Dieng, melihat pengeboran berasap putih Geodipa Energy serta pedesaan-pedesaan yang berada di antara perbukitan dan sampailah di Jalan Pekasiran dimana disanalah harus berhenti dan mencari gerbang bertuliskan “Kawah Candradimuka” yang ada di kanan jalan. Jarak dari Desa Dieng menuju Kawah Candradimuka yakni 8,7 km dan dapat ditempuh berkendara baik roda 2 atau roda 4 sekitar 20 menit saja. Anda akan melewati 2 desa yakni Desa Kepakisan dan Desa Pekasiran. Dua desa ini agak mirip namun harus diperhatikan agar sampai ke obyek wisata alam Kawah Candradimuka.

Ketika sampai Desa Pekasiran dan tepatnya dari gerbang wisata Kawah Candradimukan Anda haru melanjutkan perjalanan kembali sejauh 1,4 km dan waktu yang dihabiskan menuju lokasi kurang lebih 30 menit dengan berjalan kaki. Terkadang ada sebagian wisatawan yang memilih untuk berjalan kaki karena ingin sekedar jalan-jalan santai dan langsung melihat aktivitas pertanian di area Desa Pekasiran. Selain itu memang karena jalanannya yang masih ekstrim yakni jalan berbatu, menanjak dengan dan ada sebagian dengan aspal rusak.

Obyek wisata di Dieng yaitu Kawah Sikidang memang salah satu obyek wisata anti mainstream karena tidak umum dikunjungi wisatawan dan tidak seramai kawasan wisata Kawah Sikidang. Suasana ini terkadang di cari oleh orang-orang yang ingin ketenangan dan lebih banyak peminatnya ialah para fotografer.

Ketika sampai di lokasi Kawah Candradimuka barulah terdengar suara gemuruh dahsyat dengan kepulan asap putih, apalagi ketika pagi hari suara terdengar semakin kencang. Kawah sikidang terletak di antara tebing-tebing agak curam jadi ketika ingin melihat aktivitas kawah secara dekat harus menuruni menyusuri tebing tersebut yang sekarang sudah dibuatkan jalan. Ketika mendekat ke bibir kawah harus ekstra hati-hati dan harus memakai masker dan tidak direkomendasikan untuk berlama-lama di dekat bibir kawah apalagi bagi wisatawan yang mengidap penyakit pernafasan sangatlah tidak dianjukan. Mungki n cukup melihat dari atas atau pinggiran tebing saja agar tetap aman.

Tidak hanya pemandangan kawah saja yang dapat disaksikan, ada perbukitan indah mengelilingi area ini dengan seni terasiring, serta human interes para petani yang hendak berkebun dan tidak jauh dari Kawah Candradimuka ada telaga paling cantik di Dieng yakni Telaga Dringo. Cukup berjalan kurang lebih 22 menit saja Anda akan mendapatkan pengalaman plus ke Dieng yakni bisa menyaksikan Telaga Dringo yang berjarak 1,2 km dari Kawah Candradrimuka.

Sekian cerita perjalanan ke obyek wisata di Dieng yaitu Kawah Candradimuka. Semoga bermanfaat dan selamat berkunjung di area Dieng Plateau Central Java Indonesia menjadi liburan yang berkesan dan menyenangkan.

Menelisik Keindahan Telaga Menjer dari Lembah Seroja

lembah Seroja telaga menjer dieng wonosobo
Bosan dengan obyek wisata di Dieng yang itu-itu saja? Inilah keindahan Lembah Seroja merupakan obyek wisata baru di kawasan Dieng yang masih terjaga keasriaannya. Wisata lembah seroja menjadi tempat wisata andalan idaman penduduk local maupun wisatawan luar daerah. Ada keindahan tersembunyi yang dapat saksikan di lembah seroja yakni panorama Telaga Menjer dan Gunung Sindoro nan megah.

Telaga Menjer dan Gunung Sindoro tampaklah sangat dramatis dan bahkan Telaga Menjer terlihat seperti LOVE LAKE yakni telaga cintanya Wonosobo. Tidak hanya itu pemandangan perbukitan yang masih menghijau juga ikut meramaikan suasana wisata alam lembah seroja.

Apa saja yang dapat disaksikan di Lembah Seroja?


Lembah seroja merupakan tempat wisata di area Dieng Plateau dan tempat wiata ini memang baru saja di buka untuk khalayak umum. Saat ini akses menuju Lembah seroja masih dalam proses pembangunan. Bagi yang punya hobby berpetualang disinilah tempatnya. Mendaki bukit, menghirup udara segar pegunungan serta mencecap keindahan alam menjadi suguhan utama.

Ada beberapa keindahan yang dapat disaksikan di Lembah Seroja ini. Lembah seroja masih berada di deretan pegunungan Dieng. Jadi pantaslah pemandangan yang disajikan sangat luar biasa. Anda tahu Telaga Menjer? Telaga Menjer ialah telaga alami terdalam di ranah Kabupaten Wonosobo yang berada pada ketinggian 1.200 mdpl. Telaga Menjer yang menawan ini menjadi main objek untuk kawasan wisata lembah seroja. Jadi tak heran banyak wisatawan selfie di tempat wisata ini dengan background landscape Telaga Menjer yang berada tepat di bawahnya.

Matahari terbit/sunrise juga dapat disaksikan dari lembah ini. Dan biasanya juga bisa digunakan sebagai area camping dengan pemandangan langsung Telaga Menjer dan Gunung Sindoro. Begitu anggunnya Gunung Sindoro yang terlihat dari tempat ini makanya banyak wisatawan memimpikan bisa camping di obyek wisata alam Lembah Seroja.

Anda bisa mendaki Gunung Seroja melewati lembah ini jika ingin melihat matahari terbit agar sang mentari terlihat lebih dekat dengan Anda. Gunung Seroja berada tepat di sebelah kanan Bukit Sikunir yang terkenal akan golden sunrisenya. Hanya saja untuk mencapai puncak Gunung Seroja Anda harus mendaki kurang lebih 2 jam perjalanan. Pemandangan utama dipagi hari di Gunung Seroja ialah Golden Sunrise, Telaga Menjer, lembah Gunung Prau serta pegunungan lainnya.

Bagi Anda yang tidak ingin susah-susah mendaki bukit, cukup mengunjungi area wiasata lembah seroja saja dijamin keindahan alamnya tidak kalah dengan yang lain. Suasana tanang dan nyaman akan didapatkan disini. Saat pagi hari ratusan burung liar berkicau khas. Dan perlu diingat di kawasan lembah seroja masih banyak fauna dan flora langka dan unik dan dilarang untuk merusaknya. Tetap lestarikan apa yang ada disekitar Anda.

Dimana lokasinya?


Untuk menemukan kawasan lembah Seroja tidaklah sulit. Anda cukup mengetahui keberadaan Telaga Menjer. Dari Telaga Menjer ada pamphlet besar bertuliskan wisata alam lembah seroja. Masuklah melewati jalan pedesaan kecil kemudian menyusuri ladang-ladang pertanian. Kendaraan yang bisa memasuki wilayah ini hanya sepeda motor saja. Untuk roda 4 bisa diparkirkan di area wisata Telaga Menjer. Dan bisa sewa motor trail atau sepeda motor biasa.

Saat melewati jalan menanjak di antara ladang-ladang pertanian memanglah harus ekstra hati-hati karena jalan yang masih tanah jadi sangatlah licin apalagi ketika musim penghujan mulai tiba. Dari Desa Menjer menuju lokasi lembah seroja kira 2 km. Bagi yang senang berjalan juga bisa, sambil menikmati segarnya pertanian dan indahnya landscape Telaga Menjer.

Tempe Kemul Kuliner Khas Dieng, Enak Renyah Gurih dan Murah

tempe kemul kuliner khas dieng wonosobo

tempe kemul

Berwisata ke Dieng tidak sekedar menikmati obyek wisatanya saja. namun Anda perlu mencicipi aneka kuliner lokal agar moment liburannya semakin komplit. Salah satunya ialah tempe kemul. Sebuah cemilan khas yang menjanjikan rasanya enak, gurih, renyah dan bisa didapatkan dengan harga murah.

Sejak dahulu kala masyarakat Dataran Tinggi Dieng Wonosobo menjadikan tempe kemul menjadi panganan sehari-hari yang tak lepas dari berbagai aktivitas seperti syukuran, hajatan bahkan hanya sekedar untuk teman ngopi.

Seperti apakah tempe kemul?


Bila mendengar kata tempe kemul, memang terdengar agak aneh. Sebenarnya tempe kemul seperti apa sih? Apakah sebangsa mendoan? Atau tempe goreng tepung biasa? Dari namanya “tempe” dan “kemul”, “kemul” memiiki arti selimut. Jadi tempe kemul ialah tempe selimut atau tempe yang diselimuti dengan menggunakan tepung.

Kebanyakan orang menganggap tempe kemul ialah tempe sebangsa mendoan. Dugaan tersebut salah karena ada beberapa perbedaan antara tempe kemul dengan tempe mendoan. Tempe mendoan merupakan makanan khas Banyumas. Mendoan menggunakan tempe berbentuk persegi dan tipis, tempe tersebut digoreng dengan dilapisi adonan tepung. Adonan tepung yang menempel di tempe memiliki tekstur tipis dan saat menggorengnya pun setengah matang atau “mendo”. Tepungnya masih lembek dan berminyak. Warna dari mendoan putih dan tidak dikasih bumbu kunyit.

Sedangkan tempe kemul, dari bahan-bahannya pun berbeda. Tempe yang digunakan untuk menggunakan tempe kemul ialah tempe kecil akan tetapi memiliki volume tebal. Biasanya satu tempe untuk satu buah tempe kemul. Bahan untuk menyelimuti tempe kemul diantaranya tepung pati basah, tepung terigu/gandum dengan bumbu dapur yakni bawang, kencur, kunyit dan ketumbar. Untuk mempercantik hidangan biasanya akan ditambahkan daun kucai supaya terlihat menarik.

Adonan tepung yang digunakan untuk menyelimuti tempe di buat tebal, jadi terkadang tempenya yang kecil dan lapisan “kemul” atau tepungnya yang tebal. Ketika menggoreng tempe kemul harus sampai kering agar renyah dan tidak terlalu berminyak. Tempe kemul ini berwarna kuning dengan hiasan daun kucai yang akan terlihat kontras dan akan membuat siapa saja untuk tidak enggan mencicipinya.

Dimana bisa mendapatkan tempe kemul?


Kuliner khas yang enak, gurih, renyah dan murah ini akan Anda didapatkan di area Dieng atau Wonosobo. Ketika pagi atau sore hari banyak para penjual kaki lima yang menjual tempe kemul hangat karena langsung digoreng di tempat. Hampir kebanyakan warung pasti menyediakan kudapan yang enak, gurih, renyah dan murah ini.

Mie ongklok kuliner khas dieng wonosobo
Ini dia tempe kemul juga sebagai pendamping kuliner khas mie ongklok.

Untuk mendapatkan satu buah tempe kemul, Anda hanya butuh mengeluarkan dari dompet anda sebanyak 500 rupiah atau 700 rupiah atau 1000 rupiah saja. Tempe kemul merupakan kudapan khas Dieng Wonosobo yang sangat cocok untuk menemani minum kopi di pagi atau di sore hari. Hawa Dieng yang sangat sejuk membuat kuliner khas yang satu ini laris di pasaran. Tempe kemul juga sebagai pendamping makan mie ongklok jadi hampir semua warung mie ongklok menyediakan kudapan spesial ini. Hampir setiap wisatawan yang datang pastinya telah mencicipi tempe kemul.

Saat ini tempe kemul sudah tersedia dalam bentuk kemasan yakni dikenal dengan sebutan petos “tempe atos” atau tempe kemul mungil yang dibikin seperti kripik jadi bisa Anda bawa untuk oleh-oleh khas Dieng. Tak hanya syrup carica, kripik kentang, kecang Dieng atau purwaceng saja. Tempe kemul kemasan ini wajib dimasukkan daftar nama oleh-oleh khas untuk buah tangan dan dibawa ke kota asal Anda. Selamat berkunjung dan mencicipi tempe kemul yang renyah, enak, gurih dan murah ini sebagai kudapan khas asli Dieng/Wonosobo.

Ingin ke Dieng jangan lupa baca panduan ke Dieng nya juga ya.

Upacara Ruwatan Rambut Gimbal

anak anak rambut gimbal atau gimbal Dieng

anak anak rambut gimbal atau gimbal Dieng

Kata ruwatan sudah tidak asing lagi saat acara besar yakni Dieng Culture Festival diselenggarakan di Dieng yakni upacara pencukuran rambut gimbal masal di Dieng Plateau Area sebagai acara seni dan budaya Dieng. Disaat itulah seluruh obyek wisata Dieng dibanjiri ribuan wisatawan yang hendak menyaksikan acara sakral tersebut. Namun demikian perlu Anda ketahui terlebih dahulu detail tentang ruwat anak rambut gimbal Dieng, asal usul anak berambut gimbal Dieng, bagaimana upacaranya, serta apa tujuan di adakan upacara ruwat rambut gimbal.

Ruwat berarti bebas atau terlebas. Bagi orang Jawa seseorang yang dianggap memiliki sukerta harus di ruwat agar tidak terkena sial atau malapetaka bahkan marabahaya. Sukerta sendiri memiliki arti seseorang yang memiliki kelainan yang menurun tradisi turun temurun akan dimangsa bhatara kala, seperti anak-anak rambut gimbal sehingga harus dibersihkan atau diruwat terlebih dahulu.

Di daerah sekitar lerang Gunung Sumbing dan Gunung Sindoro subur akan tradisi ruwatan yakni ruwat rambut gimbal sebagai ciri khas yang tumbuh di Kabupaten Wonosobo. Anak-anak berambut gimbal ini dianggap sebagai anak sukerta yang dicadangkan menjadi mangsa Bhatara kala dan harus di ruwat.

1. Asal usul anak rambut gimbal/gembel Dieng


Ada beberapa versi tentang asal-usul munculnya anak-anak rambut gimbal seperti di Dieng. Versi yang pertama ialah zaman dahulu kala rambut gimbal di percaya sebagai titipan Kyai Kolodete. Kyai Kolodete merupakan salah satu tokoh yang membuka atau babad alas Wonosobo dan Kyai Kolodete juga berambut gimbal. Konon Kyai Kolodete sangat menyukai dan menyayangi anak-anak kecil. Karena saking sayangnya Kyai Kolodete menitipkan rambut gimbal beliau kepada anak-anak di Wonosobo. Beliau berpesan bahwa anak-anak yang memiliki rambut gimbal merupakan keturunannya dan pesan beliau jangan sekali disia-siakan karena anak ini sangatlah istimewa.

Versi kedua tentang asal usul anak rambut gimbal ialah Kyai Kolodete merupakan seorang pejuang yang memiliki rambut gimbal. Konon katanya rambut gimbal yang dimiliki Kyai Kolodete sangatlah panjang hingga sampai telapak kaki. Nah rambut gimbal beliau dianggap mengganggu saat perang tiba sehingga dititipkan kepada anak-anak yang disayanginya.

Versi ketiga tentang asal mula tumbuhnya anak rambut gimbal menyebutkan bahwa Kyai Kolodete memiliki rambut gimbal sejak lahir hingga wafat. Rambut gimbal yang dimiliki sangat mengganggu beliau sehingga ketika akan meninggal beliau berpesan kepada anak cucunya untuk mewarisi rambut gimbalnya . Kyai Kolodete telah mewariskan atau menitipkan rambut gimbal beliau kepada anak cucunya yang berada di Dataran Tinggi Dieng. Roh Kyai Kolodete kemudian menjadi penguasa di daerah pegunungan Dieng.

Rambut gimbal yang tumbuh di kalangan anak-anak Wonosobo atau Dieng muncul bukan dari bawaan lahir atau sejak lahir. Melainkan setelah beberapa bulan atau tahun kurang lebih keltika anak tersebut beranjak 2 tahun itu muncul. Kemunculan tumbuh rambut gimbal datang secara tiba-tiba yakni ditandai dengan sakit panas dan esok harinya tiba-tiba rambutnya telah melekat satu dengan lainnya atau menjadi gimbal. Meskipun dikeramasi rambut yang telah gimbal tersebut tidak kembali seperti semula dan harus dilakukan upacara ruwatan agar rambut mereka tumbuh normal kembali.

Ketika berkunjung ke Dieng atau Wonosobo dan menemui anak-anak rambut gimbal, mereka memiiki tipe rambut gimbal yang beraneka ragam yaitu:

  1. Gimbal Pari, rambut gimbal yang tumbuh memanjang membentuk ikatan kecil-kecil menyerupai bentuk padi.
  2. Gimbal jatha, rambut gimbal yang memiliki sekumpulan rambut gimbal yang besar besar tetapi tidak lekat menjadi Satur.
  3. Gembel Wedhus, merupakan rambut gimbal yang menyerupai bulu domba.

2. Bagaimana pelaksanaan upacara ruwatan anak rambut gimbal Dieng


Untuk menghilangkan sukerta anak-anak rambut gimbal harus dengan cara upacara ruwatan rambut gimbal yakni dengan mencukur rambut yang gimbal tersebut. Sebelum dilaksanakan pencukuran ada beberapa hal atau syarat yang harus dipenuhi yakni permintaan anak yang berambut gimbal tersebut harus disediakan. Sebelum upacara pencukuran atau ruwatan anak berambut gimbal mempunyai beberapa keinginan yang harus terkabulkan. Jika keinginan mereka tidak disiapkan meskipun mengadakan upacara ruwatan gimbal anak-anak tersebut akan tumbuh kembali. Biasanya permintaan yang sering diajukan berupa makanan anak-anak maupun mainan anak-anak seperti sepeda dan lain-lain.

Upacara ruwatan rambut gimbal selayaknya sebuah acara khitanan. Ada upacara individual ataupun upacara masal. Upacara ruwatan individual biasanya dilaksanakan secara pribadi di masing-masing rumah sedangkan upacara missal biasanya dilaksanakan bersamaan oleh beberapa anak yang memiliki rambut gimbal. Untuk upacara masal rambut gimbal biasanya diadakan di Dieng Plateau area, di beberapa obyek wisata Dieng sebagai contoh di Telaga Warna, Telaga pengilon dan Komplek Gua, di area Telaga Cebong maupun di area Komplek Candi Arjuna Dieng.

 

Teropong Telaga Warna dan Telaga Pengilon dari Puncak Sidengkeng Dieng

telaga warna dan telaga pengilon dari bukit sidengkeng

Taukah Anda obyek wisata yang menjadi tempat favorite para wisatawan maupun Photografer di Dieng yaitu dengan meneropong keindahan Telaga Warna dan Telaga Pengilon dari Bukit Sidengkeng. Jika cuaca cerah keindahan yang tek terbantahkan hadir memanjakan mata para wisatawan yang dating.

Bukit Sidengkeng merupakan salah satu perbukitan di daerah Dataran Tinggi Dieng yang terletak tepat di samping area konservasi sumber daya alam Telaga Warna dan Telaga Pengilon yaitu terletak di Desa Dieng Wetan kabupaten Wonosobo.

Telaga Warna memang sudah menjadi tujuan favorite dari dahulu kara baik untuk kalangan tourist luar negeri maupun wisatawan lokal. Warna-warna yang indah terpadu menjadi gradasi teramat sempurna apalagi saat matahari mulai memancarkan cahayanya di permukaan telaga. Banyak orang yang bertanya-tanya dari manakah warna-warna indah itu muncul? Telaga Warna merupakan salah satu telaga di Dieng akibat dari letusan gunung berapi Dieng dan terbentuklah sebuah kawah. Nah warna-warna telaga ini karena adanya pantulan sinar matahari kepermukaan air belerang dan kita lihat saat ini air telaga berwarna-warni indah seperti hijau, biru, kuning maupun silver, warna dominan dari Telaga Warna Dieng ini adalah hijau.

Bosan menikmati pemandangan Telaga Warna dari tepi telaga? Tentunya ada banyak tempat untuk menyaksikan telaga cantik ini. Cobalah teropong keelokan Telaga Warna dai puncak bukit dan pastinya Anda akan mendapatkan pengalaman dan bentukan alam yang berbeda. Dakilah Bukit Sidengkeng Dieng yaitu salah satu spot terbaik untuk melihat Telaga Warna.

Pertama Anda harus memasuki kawasan wana wisata petak sembilan, dari situlah awal pendakian Bukit Sidengkeng Dieng. Anda akan menyusuri jalan setapak menaiki bukit ini di antaran pepohonan akasia. Waktu yang di habiskan untuk mendaki bukit dengan ketinggian kurang lebih 200 meter ini sekitar 20 menit saja untuk pendaki pemula.

Tampak di kanan jalan kawasan Telaga Warna dengan warna-warni yang menggoda. Tentunya keindahan Telaga Warna ini akan tampak saat Anda telah sampai puncak bukit. Rasa letih, haus maupun lelah akan hilang seketika saat sampai puncak Bukit Sidengkeng. Keindahan panorama alam Telaga Warna sungguh-sungguh ada di puncak ini. Tak hanya dongeng yang Anda dengar apalagi iming-iming gambar indah di internet ternyata nyata adanya.

Di puncak Bukit Sidengkeng ini Anda akan benar-benar meneropong keindahan Telaga Warna, tampak di sebelah Telaga Warna sebuah telaga dengan warna kecoklatan yaitu Telaga Pengilon juga menjadi suguhan utama di Bukit Sidengkeng. Saat hari cerah dengan langit membiru Gunung Sindoro juga terlihat gagah apalagi warna-warna ait telaga akan terlihat sangat cerah dibanding menikmati keindahan Telaga Warna dari tepi telaga.

 

7 Telaga Dieng Menawan yang Bikin Kangen Para Wisatawan

telaga warna dan telaga pengilon dari bukit sidengkeng

Bagi Anda yang pernah mengunjungi Dieng yang pastinya ada beberapa hal baik cerita asyik perjalalanan tour Dieng maupun kesan saat mengunjungi obyek wisata alam Dieng seperti ketika berkunjung ke kawah Dieng, candi Dieng, Gunung Dieng ataupun Telaga Dieng. Berikut 7 Telaga Dieng yang akan membuat para wisatawan kangen untuk datang lagi ke Dieng.

1. Telaga Warna

Telaga warna dieng plateau
Telaga Warna Dieng

Telaga Warna memang menjadi salah satu tujuan wisata utama di Dieng. Dari kesekian banyak telaga di Dieng yang menjadi symbol Dieng tertulis sejak dahulu adalah Telaga Warna. Telaga warna merupakan telaga yang terbentuk akibat letusan gunung berapi. Telaga Warna memang memiliki warna-warna yang khas dan inilah yang menyebabkan Anda kangen untuk kembali ke Dieng. Perpaduan warna yang sering terlihat diantaranya warna hijau, biru, kuning, coklat maupun silver. Ada banyak spot obyek yang bisa di manfaatkan untuk menyalurkan hoby foto Anda diantaranya dari tepian Telaga Warna secara langsung atau dari Batu Pandang dan Bukit Sidengkeng.

2. Telaga Pengilon

batu pandang dieng plateau jawa tengah
Telaga Pengilon di sebelah kanan

Telaga Pengilon sering di sebut-sebut sebagai telaga kembarannya Telaga Warna karena letaknya yang berdampingan hanya saja telaga ini memiliki perbedaan yang kontras yaitu berkaitan dengan warna. Telaga Pengilon sesuai namanya memang tidak berwarna seperti Telaga Warna karena tidak mengandung belerang. Anda dapat berkeliling Telaga Pengilon untuk merasakan keheningan serta keindahan area telaga. Meskipun berair biasa Telaga Pengilon sangat asyik untuk memotret landscape alam Dieng. Background pegunungan akan menambah dramatis hasil jepretan Anda. Spot lain yang bisa Anda gunakan untuk memfoto telaga ini ialah Batu Pandang dan Bukit Sidengkeng. Dari kedua titik inilah pemandangan alam 2 telaga Dieng yakni Telaga Warna dan Telaga Pengilon akan terlihat.

3. Telaga Cebong

Desa sembungan dieng desa tertinggi di pulau jawa
Telaga Cebong Dieng

Telaga Cebong merupakan salah satu telaga Dieng yang akan membuat Anda ingin kembali ke Dataran Tinggi terindah di Jawa Tengah ini. Telaga Cebong berada di desa tertinggi di Pulau Jawa yaitu tepatnya di Desa Sembungan, Kecamatan Kejajar dan memasuki Kabupaten Wonosobo. Telaga Cebong berada di antara pertanian kentang yang berbukit. Jadi pemandangan alamnyapun sangat luar biasa. Telaga ini berada di kaki Bukit Sikunir makanya selalu rami dikunjungi oleh para pelancong yang datang. Ada berbagai aktvitas yang dapat Anda saksikan di sekitar Telaga Cebong diantaranya aktivitas para petani kentang Dieng yang sedang bercocok tanam di ladang-ladang mereka di sekitar telaga, Ada yang mengemudikan perahu untuk wisatawan yang ingin berkeliling telaga, jika sore hari Anda dapat menemukan orang-orang yang sedang asyik menyalurkan hoby mereka memancing. Anda bisa bergabung dengan penduduk local yang sedang memancing di Telaga Cebong. Banyak spot objek yang bikin rindu untuk kembali datang ke Telaga Cebong. Titik yang biasa digandrungi oleh wisatawan untuk mengambil foto telaga ialah titik yang diambil dari Puncak Bukit Sikunir. Syaratnya harus mendaki bukit kurang lebih 30 menit perjalanan saja.

4. Telaga Dringo

telaga dringo dieng
Telaga Dringo Dieng

Ada banyak foto-foto bagus Telaga Dringo bermunculan di internet. Telaga inilah yang membuat Anda rindu untuk datang kembali ke Dieng Plateau bersama keluarga, rekan atau sahabat. Telaga Dringo mempunyai lokasi unik karena jauh dari pemukiman maupun obyek wisata lain yang ada di Dieng. Dari zona 1 sebagai obyek wisata utama di Dieng jaraknya kurang lebih 17 Km. Jadi memang jarang wisatawan dari luar kota mengunjungi Telaga Dringo. Jalanan yang lumayan ekstrim akan membuat siapa saja tertantang untuk datang karena ada telaga cantik dan pemandangan alam elegan akan di dapat.

5. Telaga Merdada

telaga merdada dari bukit pangonan dieng
Telaga Merdada Dieng

Telaga Merdada Dieng merupakan telaga terluas di Dieng Plateau. Telaga ini terbilang nyaman di kunjungi karena area nya yang luas. Anda akan berakrab ria dengan para petani kentang yang berada di sekitar Telaga Merdada. Selain mendapatkan pemandangan indah, culture serta kebiasaan penduduk local akan menambah wawasan Anda saat berkunjung ke Dieng. Telaga Merdada memang sumber air untuk pertanian para warga. Disini juga aktivitas memancing dapat Anda saksikan bahkan di bulan-bulan tertentu ada event tahunan lomba memancing ikan di Telaga Merdada. Spot objek yang bagus untuk memotret Telaga Merdada ialah dari perbukitan sekitar sebagai contoh dari Bukit Pangonan Dieng. Disinilah Anda akan melihat area Telaga Merdada secara keseluruhan.

6. Telaga Swiwi

Letaknya memang strategis dan mungking menjadi telaga yang dinobatkan telaga terkecil di Dieng. Jika dilihat secara awam telaga ini memang memiliki luas yang tidak terlalu besar hanya seperti kolam biasa. Tapi jangan salah Telaga Swiwi sangat asyik untuk sekedar beristirahat. Tempatnya yang nyaman dan bisa untuk berteduh sesaat akan membuat pikiran kembali fresh dan siap untuk melanjutkan berjelajah Dieng.

7. Telaga Menjer

telaga menjer dieng
Telaga Menjer

Telaga Menjer telaga yang memiliki pemandangan alam luas dan lepas. Telaga ini berada di ketinggian 1.200 mdpl tepatnya di Desa Menjer, Kecamatan Garung, Kabupaten Wonosobo. Memang berada bukan di area Dieng Plateau tapi tepat di balik pegunungan Dieng. Lokasinya dekat dengan Kabupaten Kota Wonosobo, akses untuk menuju kesana pun mudah. Ada satu hal yang akan membuat wisatawan kangen untuk kembali ke telaga ini yaitu ketika diantar para tukang perahu untuk berkeliling ke Telaga Menjer. Cukup lama juga kurang lebih 45 menit Anda akan di bawa berkeliling menikmati Telaga Menjer. Ada beberapa spot objek yang biasanya dimanfaatkan para wisatawan untuk mengabadikan moment terindah yaitu naiklah sedikit menuju perkebunan the tambi yang berada di Desa Tlogo. Disitulah Anda bisa memotret Telaga Menjer secara keseluruhan. Memang agak susah mengambil foto telaga menjer keseluruhan dari tepi telaganya langsung karena telaga ini cukup luas. Demikian ulasan tentang 7 Telaga yang membuat siapapun yang pernah datang ke Dieng untuk datang kembali mengunjungi dataran tinggi negerinya para Dewa ini. Selamat berkunjung kembali.

Mengintip Ragam Pesona Alam di Desa Tertinggi di Pulau Jawa

Desa sembungan dieng desa tertinggi di pulau jawa

Desa sembungan dieng desa tertinggi di pulau jawa

Dieng tenar dengan sebutan negeri kahyangan yakni negerinya para dewa. Tidak sedikit orang-orang yang memang sengaja untuk datang singgah sementara untuk mengisi waktu-waktu senggang mereka untuk merefresh kembali baik jiwa maupun raga setelah sehari-hari berkecimpung di dunia kerja. Apalagi bagi Anda yang hidup di kota-kota besar. Dieng termasuk high land / dataran tinggi yang ada di Jawa Tengah. Ada banyak ragam pesona wisata yang mampu menggugah bagi semua yang datang. Sejak dahulu kala Dieng memang sudah terkenal sebagai tempat nyaman untuk beristirahat sejenak yaitu berekreasi. Ada banyak potensi-potensi alam yang menjadi daya tarik utama sehingga bisa mengundang siapa saja betah untuk tinggal walaupun sebentar. Perpaduan antara hawa udara dingin, sejuk, panorama alam yang tak terhingga indahnya, penduduk nan ramah, budaya yang masih kental. Saat ini Dieng mampu menyedot ribuan kawanan wisatawan baik dari dalam negeri maupun manca Negara. Dieng terbilang ramai ketika banyak di bicarakan oleh para awak media seperti pengaruh informasi media internet ataupun televisi yang tak henti-hentinya membicarakan keindahan alam Dieng. Sejak tahun 2012 akhir peminat berwisata ke daerah pegunungan seperti Dieng naik daun. Yakni di awali dengan adanya ragam potensi alam yang berada di desa tertinggi di Pulau Jawa.

Dimanakah letak desa tertinggi di Pulau Jawa


Banyak para wisatawan kagum saat pertama mendengar ada satu daerah atau pedesaan yang ternyata menjadi slogan desa tertinggi di Pulau Jawa. Tidak lain halnya ialah salah satu desa terujung di Kabupaten Wonosobo, Kecamatan Kejajar yaitu Desa Sembungan. Desa Sembungan terletak di ketinggian yang di kelilingi pegunungan-pegunungan tinggi. Desa sembungan Dieng memiliki ketinggian kurang lebih 2.345 mdpl. Desa Sembungan, Kejajar, Wonosobo sudah banyak di kenal orang karena mempunyai potensi wisata alam inti dan harus di kunjungi oleh siapapun bagi orang-orang yang sedang melawat ke Dieng.

Ragam Potensi apa yang ada di Desa Sembungan?


Dieng mulai ramai sejak di bukanya wisata baru yaitu wisata mengejar matahari terbit dari puncak Bukit Sikunir Dieng yang dikenal dengan Golden Sunrise Sikunir. Setiap week end maupun hari-hari libur jumlah pengunjung mencapai ribuan orang. Saat mereka mengunjungi Dieng, Sunrise Sikunir telah menjadi tempat wajib yang harus di kunjungi. Memang Bukit Sikunir merupakan titik terindah untuk melihat matahari terbit. Jika ingin melihat sunrise harus berjalan mendaki terlebih dahulu kurang lebih 30 menit saja. Waktu yang tidak terlalu lama dan sangatlah standard untuk hiking di pagi hari. Jangan salah tidak hanya Jakarta saja yang macet, saat musim liburan tiba untuk mendaki Bukit Sikunirpun terkena macet. Meskipun banyak pengunjung Anda dapat memilih tempat-tempat yang bagus untuk melihat matahari terbit karena areanya berbukit-bukit jadi kebanyakan mereka juga bisa menyaksikan bersama-sama.

Tidak hanya Golden Sunrise Sikunir saja yang dapat Anda saksikan ketika mengunjungi desa tertinggi di Pulau Jawa ini. Deretan pegunungan indah serta perumahan penduduk yang ada di bawah bukit juga dapat Anda saksikan. Desa Sembungan memiliki potensi alam lainnya yakni Telaga Cebong. Disinilah Anda dapat mendirikan tenda-tenda/camping. Telaga Cebong juga sangat cantik jika di lihat dari Puncak Bukit Sikunir karena memang telaga ini terletak di kaki bukit. Jangan sungkan untuk berbaur dengan penduduk local Desa Sembungan. Mereka akan menyambut hangat kedatangan Anda dengan logat Dieng khas dan mungkin jangan sampai terlewatkan juga untuk mencicipi kuliner khas yang ada seperti carica, purwaceng atau kentang Dieng. Semua akan tersaji untuk Anda.

Batu Pandang, Tempat Favorit Melihat Telaga Dieng

telaga warna batu pandang dieng

Keindahan Dieng memanglah tidak diragukan lagi oleh siapapun. Disinilah orang-orang dapat lebih menyatukan diri dengan alam, menghargai alam dan pastinya setiap hati insan manusia tergerak melestarikan alam yang telah di bentuk Sang pencipta dengan keanekaragaman obyek wisata Diengvseperti bentang alam yang menakjubkan di Dieng Plateau.

Ada beberapa tempat rekomendasi yang wajib Anda kunjungi. Seperti candi-candi Dieng, telaga-telaga Dieng, kawah-kawah Dieng, sunrise Dieng, gunung-gunung Dieng dan lain sebagainya. Pasti semuanya sudah ada dalam rangkaian perjalanan tour ke Dieng bersama keluarga tercinta maupun rekan Anda. Dieng merupakan dataran tinggi yang terletak di ketinggian 2.093 mdpl. Yang banyak orang mengira hanya pertania yang subur, sunrise atau deretan pegunungan indah.

Bagi Anda yang belum sama sekali mengenal Dieng makan terdengar khayal dan tidak masuk akal jika Dieng atau daerah gunung memiliki telaga yang dimiliki paling berapa kawah akibat letusan ribuan tahun silam. Dieng ternyata memiliki alam yang luar biasa. Tidak hanya satu telaga ada beberapa telaga di Dieng yang memang menjadi tempat favorite para pelancong untuk mendamaikan diri dan meyatu dengan alam.

Mulai dari Telaga Warna, Telaga Pengilon, Telaga Cebong, Telaga Balekambang, Telaga Merdada, Telaga Swiwi, Telaga Dringo serta Telaga Menjer. Dari ke delapan telaga tersebut berada di wilayah Dieng Plateau area dan semuanya terbentuk karena letusan pegununga berapi ribuan tahun silam. Dan entah tahun berapa letusan itu terjadi dan masih menjadi misteri yang sedang di analisa oleh para peneliti. Dari beberapa telaga Dieng di atas tentunya ada salah satu telaga yang menjadi tujuan favorit para pelancong tak lain hanyalah Telaga Warna

batu pandang dieng plateau jawa tengah
Inilah Lanscape utama dari Batu Pandang yaitu Telaga Warna, Telaga Pengilon Serta Gunung Prau. Foto ini diambil saat pagi hari.

Batu Pandang tempat istimewa memandang Telaga Warna dan pengilon

Ada beberapa tempat untuk menyaksikan Telaga Warna dan Telaga Pengilon yakni bisa langsung melihat keindahan telaga langsung dari tepian. Tapi banyak orang yang mengasumsikan kurang seru jika hanya melihat di tepian telaga dan pastinya para wisatawan berpandangan lain telaga tersebut akan terlihat lebih elok jika dari tempat yang lebih tinggi. Untuk menyenangkan para wisatawan para pelaku wisata memilih tempat-tempat rekomendasi yang tepat untuk melihat Telaga Warna.

Saat ini minat para wisatawan sangatlah tinggi untuk menjadikan Dieng sebagai tempat favorite mengisi liburan mereka maka tak heran saat tanggal merah atau weekend tiba Dieng dipenuhi banyak wisatawan. Makanya mereka semua mempunyai keinginan yang sama untuk melihat aneka obyek wisata Dieng seperti Telaga dari tempat yang istimewa. Ada 2 tempat istimewa untuk melihat Telaga Warna yakni Bukit Sidengkeng dan Batu Pandang. Nah Batu Pandang inilah yang memiliki trafik pengunjung paling banyak di banding dari Bukit Sidengkeng.

Bagaimana menuju ke Batu Pandang

Batu Pandang terletak masih di kawasan Dieng Plateau area. Batu Pandang berada dekat dengan obyek wisata indoor tempat melihat film dokumentasi tentang Dieng yakni Dieng Plateau Theater. Bahkan jalan menuju Batu Pandang juga ada yang langsung dari area parkir Dieng Theater. Disinilah Anda akan merasakan kesejukan serta kedamaian dan ada pengalaman yang tidak di dapat seseorang yang tinggal di kota-kota besar yang disana hanya menemukan bangunan-bangunan tinggi serta polusi.

Pemandangan apa yang tersaji

Anda akan menyusuri jalan setapak dengan kanan kiri jalan di penuhi perkebunan sayur mayur. Disitulah kita dapat mengetahui mana yang dinamakan tanaman kentang, seperti apa buah khas Dieng yang kondang sepanjang masa yakni carica, segarnya tanaman sayuran kubis, melihat secara detail tanaman khas Dieng seperti cabe raksasa Dieng yaitu cabe gendot serta cemilan enak tanaman kacang Dieng.

Untuk menuju Batu Pandang hanya membutuhkan waktu sekitar 10 menit saja. Meskipun perjalanan agak menanjak tidak akan jadi masalah bahkan Anda akan lupa dengan kelelahan karena panorma alam yang disajikan sungguhlah luar biasa. Kawah Sikidang dengan kepulan asap putih juga terlihat dari Gardu Pandang. Bebatuan vulkanik dengan aneka bentuk juga terlihat di sana bahkan seperti di negeri film Avatar. Pemandangan luar biasa akan Anda lihat saat menyaksikan dua telaga berbeda warna berdekatan yang hanya di batasi pepohonan lebat.

Pemandangan biasa sudah Anda dapatkan saat melihat dari tepian telaga akan tetapi pemandangan istimewa akan Anda saksikan disini. Ada beberapa titik yang akan memberikan keleluasaan bagi para pengunjung yang datang sehingga jika Anda hobi foto tidak akan terhalang oleh pengunjung lain. Warna dari Telaga Warna akan tampak kental dan pekat dengan warna dominan hijau saat siang hari tiba ketika sinar matahari penuh memantul ke permukaan air telaga. Disinilah di Batu Pandang Anda dapat berpose aneka gaya dengan background lanscape utama Telaga Warna, Telaga Pengilon, Gunung Prau. Jadikan liburan Anda ke Dieng lebih istimewa dengan mengunjungi tempat-tempat rekomendasi seperti Batu Pandang. Selamat berkunjung Dieng menanti Anda.

Carica Tanaman Khas Negeri Kahyangan

buah carica dan manisan carica dieng

Tak hanya kaya wisata alam yang beraneka ragam saja seperti sunrise cantik, telaga menawan, candi-candi kuno maupun kawah-kawah yang masih aktif. Dieng juga kaya akan keanekaragaman hayati seperti aneka sayuran Dieng, cabe gendot, purwaceng dan yang paling tenar di negeri kahyangan ini adalah tanaman carica.

Seperti apakah carica?

Carica merupakan tanaman sebangsa papaya tapi tidaklah sembarang papaya dan bahkan bukan papaya yang sering kita konsumsi pada umumnya. Carica adalah papaya khas Dieng dan di Indonesia hanya tumbuh di Dieng saja. Makanya tanaman ini di buru banyak orang-orang yang sedang berwisata kedaerah dataran tinggi ini. Carica tumbuh baik mulai di ketinggian 1.700 mdpl. Pohon carica memanglah unik. Batang dan daunnya hampir mirip seperti papaya akan tetapi pohon carica ini bercabang banyak. Tentu sangat berbeda dengan papaya biasa yang jarang bercabang.

Mungkin sebagian orang mengira buah carica sangatlah aneh karena mempunyai ukuran sangat mungil dan memiliki struktur buah seperti belimbing. Buah carica ini menempel pada batang-batang pohon. Rasa buah carica sangatlah unik. Rasa dagingnya asam seperti buah nanas dan rasa bijinya seperti buah markisa. Jika dimakan segar tidaklah sesedap aromanya karena sangatlah asam. Jika ingin mencicipi buah carica Dieng biasanya sudah ada dalam bentuk makanan khas Dieng berupa manisan carica.

Makanan olahan carica Dieng

Sekarang ini hampir seluruh masyarakat Dieng Wonosobo membuat aneka makanan olahan. Kebanyakan jajanan khas tersebut berbahan baku carica. Produk utama buah carica ialah manisan carica. Manisan carica ini sangat laku di pasaran. Hampir semua wisatawan yang berkunjung ke Dieng mereka pasti membawa buah tangan yang satu ini. Meskipun berat saat membawanya ke kampung halaman tetap saja mereka tak segan-segan membeli jajanan special Dieng yang satu ini. Makanya sekarang banyak produk-produk home industy yang mengembangkan manisan carica. Tak hanya untuk konsumsi local dan ditempat wisata saja, manisan carica sudah merambah ke berbagai daerah. Ada beberapa jenis kemasan yang diproduksi, mulai kemasan kecil, sedang dan besar.

Manisan keringpun juga di buat akan tetapi tak setinggi minat orang-orang yang menginginkan manisan basah in syrup. Buah carica Dieng tidak hanya di buat manisan saja, syrup carica yang rasanya nikmat dengan aroma menggoda juga di produksi oleh para pengolah makanan khas. Syrup carica ini di jual dalam kemasa botol sedang dan cocok juga sebagai oleh-oleh khas penanda sudah berkunjung ke Dieng Plateau. Kripik carica salah satu hasil produk buah carica. Kripik ini terbuat dari bahan utama buah carica yang di campur dengan bahan lain seperti gulan maupun tepung. Meskipun sudah menjadi kripik rasa carica masih terjaga.

×