Obyek Wisata Menarik di Wonosobo – Lubang Sewu Erorejo

lubang sewu erorejo waduk wadaslintang obyek wisata wonosobo

lubang sewu erorejo waduk wadaslintang obyek wisata wonosobo

Dieng ataupun Wonosobo merupakan daerah pegunungan yang memiliki hawa sejuk. Daerah ini memang kaya akan obyek wisata alamnya. Tidak hanya gunung, kawah, telaga atau sunrise saja yang dapat Anda saksikan. Tepatnya di musim kemarau seperti Bulan Juli hingga September di area Kabupaten Wonosobo muncul obyek wisata baru yaitu obyek wisata Lubang Sewu. Jadi ketika Anda mengunjungi Dieng di musim kemarau mampirlah untuk menyaksikan destinasi wisata Lubang Sewu yang telah terdaftar sebagai obyek wisata menarik di Wonosobo.

Apa yang dapat Anda saksikan?


Obyek wisata Lubang Sewu memang baru di kenal oleh kalangan masyarakat lokal di Bulan Agustus lalu 2015. Berawal dari share foto selfie di media social seperti instagram, tempat yang jarang disentuh wisatawan baik lokal ataupun luar daerah ini menjadi sesak ketika akhir pekan tiba. Tempat ini menjadi obyek wisata favorit kalangan anak-anak muda yang gila foto atau selfie. Lubang Sewu termasuk kedalam wisata musiman karena hanya ada ketika musim kemarau saja seperti di bulan Agustus dan September. Ada fenomena alam unik dapat disaksikan disini yaitu batu-batu yang membentuk batu karang seperti batu karang yang ada di pantai dengan seribu lubang dan membentuk seperti pahatan-pahatan atau ukiran alami. Batu-batu karang ini terletak di tepi bendungan, bukan pantai karena Wonosobo daerah pegunungan yakni di area waduk buatan yang bernama Waduk Wadaslitang. Waduk Wadaslintang merupakan waduk terluas di Kabupaten Wonosobo yang berbatasan dengan Kabupaten Kebumen. Nah bebatuan yang membentuk karang dengan seribu lubang inilah menjadi buruan para wisatawan pecinta selfie atau fotografi. Jika dilihat sekilas memang tampak menarik. Batu-batu besar dengan berbagai bentuk menjadi background landscape di obyek wisata Lubang Sewu apalagi di kombinasikan dengan genangan air di Waduk Wadaslintang serta area perbukitan hijau disekitarnya.

Bagaimana menuju Lubang Sewu Erorejo


Obyek wisata menarik Lubang Sewu atau dalam bahasa Indonesianya Lubang Seribu ini terletak di Desa Erorejo, Kecamatan Wadaslintang, Kabupaten Wonosobo dan tepatnya di area Waduk Wadaslintang. Untuk menuju tempat ini dapat ditempuh dengan menggunakan kendaraan roda 4 atau roda 2, arahnya menuju perbatasan antara Kabupaten Wonosobo dan Kabupaten Kebumen. Rute dari arah Wonosobo yakni melewati jalur antar propinsi menuju Kabupaten Banjarnegara, sebelum melewati tugu perbatasan Banjarnegara beloklah ke kiri di pertigaan Desa Sawangan tepatnya di lampu lalulintas dan cari arah menuju Kecamatan kaliwiro dan Wadaslintang. Perjalanan dari Kabupaten Kota Wonosobo memang terbilang jauh yakni sekitar 43,8 km dengan perkiraan waktu 1 jam 10 menit.

Kawah Candradimuka Dieng

kawah candradimuka dieng

kawah candradimuka dieng

Tentang Kawah Candradimuka Dieng


Dataran Tinggi Dieng merupakan daerah pegunungan aktif yang memiliki potensi wisata alam luar biasa. Selain menyajikan landscape pertanian menghijau berterasiring dan menjadi pemandangan khas Dieng adapula obyek wisata alam yang selalu digandrungi oleh wisatawan yakni berupa telaga, kawah, sunrise maupun candi. Daerah pegunungan aktif tidak lepas dari tempat wisata menarik akibat aktivitas vulkanik yaitu kawah. Selain Kawah Sikidang dan Sileri ada kawah menarik dan aman dikunjungi yakni obyek wisata Dieng Kawah Candradimuka yang kental akan cerita pewayangan dan keindahannya.

Pernahkah Anda mendengar cerita pewayangan kasatria Raden Gatotkaca? Nah, banyak orang membicarakan obyek wisata di Dieng yakni Kawah Candradimuka sebagai tempat sakral yakni dimana sang Gatotkaca memperoleh kesaktian setelah sekian lama di godok di dalam air Kawah Candradimuka. Makanya Raden Gatotkaca memang dijuluki sebagai kasatria yang memiliki “otot kawat balung wesi” dalam bahasa Indonesia bermakna sebagai kasatria kuat yang memiliki otot laksana kawat dan memiliki tulang seperti besi karena telah di rebus di dalam Kawah Candradimuka.

Secara alamiah Kawah Candradimuka terbentuk akibat aktivitas vulkanik yang sangat kuat. Hal ini terjadi seperti di Kawah Sikidang maupun Kawah Sileri. Dari ketiga kawah yang ada di Dieng tersebut memang memiliki karakteristik yang berbeda-beda. Kawah Sikidang memiliki karakter kawah utama yang selalu berpindah-pindah. Sedangkan Kawah Sileri memiliki air kawah berwarna abu-abu putih seperti air cucian beras. Dan Kawah Candradimuka juga memiliki keunikan tersendiri yaitu letupan dahsyat serta dibarengi suara gemuruh. Simaklah cerita perjalanan menuju Kawah Candradimuka Dieng untuk mengetahui lokasi dan bagaimana kesana.

Cerita Perjalanan Menuju Kawah Candradimuka


Kawah Candradimuka terletak jauh dari obyek wisata utama di Dieng seperti Sunrise Sikunir, Komplek Candi Arjuna, Telaga Warna/Telaga pengilon, Kawah Sikidang ataupu Museum dan Theater. Jarak yang jauh tidaklah menjadi halangan bagi wisatawan yang hendak menghabiskan waktu liburan mereka saat Dieng tour baik jalan-jalan sendiri atau jalan-jalan berpemandu seperti mengikuti paket wisata Dieng. Tidaklah asyik ketika pergi ke Dieng akan tetapi tidak semua ragam tempat wisata di Dieng tidak di kunjungi. Seperti obyek wisata berupa kawah yang sangat fenomenal ini yakni berwisata ke Kawah Candradimuka.

Bagi Anda yang belum pernah menginjakkan kaki di Dieng atau masih awan dengan Dieng pasti merasa bingung harus melewati jalan manakah jika ingin melihat kawah yang katanya dahsyat itu? Dari area Dieng Plateau tepatnya dari Desa Dieng Anda cukup mengarahkan kendaraan menuju Jalan Raya Dieng-Batur.

Ada beberapa belokan yang mengharuskan untuk berfikir mencari jalan benar. Nah ketika ada pertigaan bertuliskan sebelah kiri Jalan Raya Dieng-Batur dan sebelah kanan lurus Kepakisan. Pilihlah Kepakisan yakni lurus saja yang ada di sebelah kanan. Anda akan melewati jalan asyik berliku serta menyaksikan hamparan pertanian berterasiring di tebing-tebing pegunungan Dieng, melihat pengeboran berasap putih Geodipa Energy serta pedesaan-pedesaan yang berada di antara perbukitan dan sampailah di Jalan Pekasiran dimana disanalah harus berhenti dan mencari gerbang bertuliskan “Kawah Candradimuka” yang ada di kanan jalan. Jarak dari Desa Dieng menuju Kawah Candradimuka yakni 8,7 km dan dapat ditempuh berkendara baik roda 2 atau roda 4 sekitar 20 menit saja. Anda akan melewati 2 desa yakni Desa Kepakisan dan Desa Pekasiran. Dua desa ini agak mirip namun harus diperhatikan agar sampai ke obyek wisata alam Kawah Candradimuka.

Ketika sampai Desa Pekasiran dan tepatnya dari gerbang wisata Kawah Candradimukan Anda haru melanjutkan perjalanan kembali sejauh 1,4 km dan waktu yang dihabiskan menuju lokasi kurang lebih 30 menit dengan berjalan kaki. Terkadang ada sebagian wisatawan yang memilih untuk berjalan kaki karena ingin sekedar jalan-jalan santai dan langsung melihat aktivitas pertanian di area Desa Pekasiran. Selain itu memang karena jalanannya yang masih ekstrim yakni jalan berbatu, menanjak dengan dan ada sebagian dengan aspal rusak.

Obyek wisata di Dieng yaitu Kawah Sikidang memang salah satu obyek wisata anti mainstream karena tidak umum dikunjungi wisatawan dan tidak seramai kawasan wisata Kawah Sikidang. Suasana ini terkadang di cari oleh orang-orang yang ingin ketenangan dan lebih banyak peminatnya ialah para fotografer.

Ketika sampai di lokasi Kawah Candradimuka barulah terdengar suara gemuruh dahsyat dengan kepulan asap putih, apalagi ketika pagi hari suara terdengar semakin kencang. Kawah sikidang terletak di antara tebing-tebing agak curam jadi ketika ingin melihat aktivitas kawah secara dekat harus menuruni menyusuri tebing tersebut yang sekarang sudah dibuatkan jalan. Ketika mendekat ke bibir kawah harus ekstra hati-hati dan harus memakai masker dan tidak direkomendasikan untuk berlama-lama di dekat bibir kawah apalagi bagi wisatawan yang mengidap penyakit pernafasan sangatlah tidak dianjukan. Mungki n cukup melihat dari atas atau pinggiran tebing saja agar tetap aman.

Tidak hanya pemandangan kawah saja yang dapat disaksikan, ada perbukitan indah mengelilingi area ini dengan seni terasiring, serta human interes para petani yang hendak berkebun dan tidak jauh dari Kawah Candradimuka ada telaga paling cantik di Dieng yakni Telaga Dringo. Cukup berjalan kurang lebih 22 menit saja Anda akan mendapatkan pengalaman plus ke Dieng yakni bisa menyaksikan Telaga Dringo yang berjarak 1,2 km dari Kawah Candradrimuka.

Sekian cerita perjalanan ke obyek wisata di Dieng yaitu Kawah Candradimuka. Semoga bermanfaat dan selamat berkunjung di area Dieng Plateau Central Java Indonesia menjadi liburan yang berkesan dan menyenangkan.

Menelisik Keindahan Telaga Menjer dari Lembah Seroja

lembah Seroja telaga menjer dieng wonosobo
Bosan dengan obyek wisata di Dieng yang itu-itu saja? Inilah keindahan Lembah Seroja merupakan obyek wisata baru di kawasan Dieng yang masih terjaga keasriaannya. Wisata lembah seroja menjadi tempat wisata andalan idaman penduduk local maupun wisatawan luar daerah. Ada keindahan tersembunyi yang dapat saksikan di lembah seroja yakni panorama Telaga Menjer dan Gunung Sindoro nan megah.

Telaga Menjer dan Gunung Sindoro tampaklah sangat dramatis dan bahkan Telaga Menjer terlihat seperti LOVE LAKE yakni telaga cintanya Wonosobo. Tidak hanya itu pemandangan perbukitan yang masih menghijau juga ikut meramaikan suasana wisata alam lembah seroja.

Apa saja yang dapat disaksikan di Lembah Seroja?


Lembah seroja merupakan tempat wisata di area Dieng Plateau dan tempat wiata ini memang baru saja di buka untuk khalayak umum. Saat ini akses menuju Lembah seroja masih dalam proses pembangunan. Bagi yang punya hobby berpetualang disinilah tempatnya. Mendaki bukit, menghirup udara segar pegunungan serta mencecap keindahan alam menjadi suguhan utama.

Ada beberapa keindahan yang dapat disaksikan di Lembah Seroja ini. Lembah seroja masih berada di deretan pegunungan Dieng. Jadi pantaslah pemandangan yang disajikan sangat luar biasa. Anda tahu Telaga Menjer? Telaga Menjer ialah telaga alami terdalam di ranah Kabupaten Wonosobo yang berada pada ketinggian 1.200 mdpl. Telaga Menjer yang menawan ini menjadi main objek untuk kawasan wisata lembah seroja. Jadi tak heran banyak wisatawan selfie di tempat wisata ini dengan background landscape Telaga Menjer yang berada tepat di bawahnya.

Matahari terbit/sunrise juga dapat disaksikan dari lembah ini. Dan biasanya juga bisa digunakan sebagai area camping dengan pemandangan langsung Telaga Menjer dan Gunung Sindoro. Begitu anggunnya Gunung Sindoro yang terlihat dari tempat ini makanya banyak wisatawan memimpikan bisa camping di obyek wisata alam Lembah Seroja.

Anda bisa mendaki Gunung Seroja melewati lembah ini jika ingin melihat matahari terbit agar sang mentari terlihat lebih dekat dengan Anda. Gunung Seroja berada tepat di sebelah kanan Bukit Sikunir yang terkenal akan golden sunrisenya. Hanya saja untuk mencapai puncak Gunung Seroja Anda harus mendaki kurang lebih 2 jam perjalanan. Pemandangan utama dipagi hari di Gunung Seroja ialah Golden Sunrise, Telaga Menjer, lembah Gunung Prau serta pegunungan lainnya.

Bagi Anda yang tidak ingin susah-susah mendaki bukit, cukup mengunjungi area wiasata lembah seroja saja dijamin keindahan alamnya tidak kalah dengan yang lain. Suasana tanang dan nyaman akan didapatkan disini. Saat pagi hari ratusan burung liar berkicau khas. Dan perlu diingat di kawasan lembah seroja masih banyak fauna dan flora langka dan unik dan dilarang untuk merusaknya. Tetap lestarikan apa yang ada disekitar Anda.

Dimana lokasinya?


Untuk menemukan kawasan lembah Seroja tidaklah sulit. Anda cukup mengetahui keberadaan Telaga Menjer. Dari Telaga Menjer ada pamphlet besar bertuliskan wisata alam lembah seroja. Masuklah melewati jalan pedesaan kecil kemudian menyusuri ladang-ladang pertanian. Kendaraan yang bisa memasuki wilayah ini hanya sepeda motor saja. Untuk roda 4 bisa diparkirkan di area wisata Telaga Menjer. Dan bisa sewa motor trail atau sepeda motor biasa.

Saat melewati jalan menanjak di antara ladang-ladang pertanian memanglah harus ekstra hati-hati karena jalan yang masih tanah jadi sangatlah licin apalagi ketika musim penghujan mulai tiba. Dari Desa Menjer menuju lokasi lembah seroja kira 2 km. Bagi yang senang berjalan juga bisa, sambil menikmati segarnya pertanian dan indahnya landscape Telaga Menjer.

Tempe Kemul Kuliner Khas Dieng, Enak Renyah Gurih dan Murah

tempe kemul kuliner khas dieng wonosobo

tempe kemul

Berwisata ke Dieng tidak sekedar menikmati obyek wisatanya saja. namun Anda perlu mencicipi aneka kuliner lokal agar moment liburannya semakin komplit. Salah satunya ialah tempe kemul. Sebuah cemilan khas yang menjanjikan rasanya enak, gurih, renyah dan bisa didapatkan dengan harga murah.

Sejak dahulu kala masyarakat Dataran Tinggi Dieng Wonosobo menjadikan tempe kemul menjadi panganan sehari-hari yang tak lepas dari berbagai aktivitas seperti syukuran, hajatan bahkan hanya sekedar untuk teman ngopi.

Seperti apakah tempe kemul?


Bila mendengar kata tempe kemul, memang terdengar agak aneh. Sebenarnya tempe kemul seperti apa sih? Apakah sebangsa mendoan? Atau tempe goreng tepung biasa? Dari namanya “tempe” dan “kemul”, “kemul” memiiki arti selimut. Jadi tempe kemul ialah tempe selimut atau tempe yang diselimuti dengan menggunakan tepung.

Kebanyakan orang menganggap tempe kemul ialah tempe sebangsa mendoan. Dugaan tersebut salah karena ada beberapa perbedaan antara tempe kemul dengan tempe mendoan. Tempe mendoan merupakan makanan khas Banyumas. Mendoan menggunakan tempe berbentuk persegi dan tipis, tempe tersebut digoreng dengan dilapisi adonan tepung. Adonan tepung yang menempel di tempe memiliki tekstur tipis dan saat menggorengnya pun setengah matang atau “mendo”. Tepungnya masih lembek dan berminyak. Warna dari mendoan putih dan tidak dikasih bumbu kunyit.

Sedangkan tempe kemul, dari bahan-bahannya pun berbeda. Tempe yang digunakan untuk menggunakan tempe kemul ialah tempe kecil akan tetapi memiliki volume tebal. Biasanya satu tempe untuk satu buah tempe kemul. Bahan untuk menyelimuti tempe kemul diantaranya tepung pati basah, tepung terigu/gandum dengan bumbu dapur yakni bawang, kencur, kunyit dan ketumbar. Untuk mempercantik hidangan biasanya akan ditambahkan daun kucai supaya terlihat menarik.

Adonan tepung yang digunakan untuk menyelimuti tempe di buat tebal, jadi terkadang tempenya yang kecil dan lapisan “kemul” atau tepungnya yang tebal. Ketika menggoreng tempe kemul harus sampai kering agar renyah dan tidak terlalu berminyak. Tempe kemul ini berwarna kuning dengan hiasan daun kucai yang akan terlihat kontras dan akan membuat siapa saja untuk tidak enggan mencicipinya.

Dimana bisa mendapatkan tempe kemul?


Kuliner khas yang enak, gurih, renyah dan murah ini akan Anda didapatkan di area Dieng atau Wonosobo. Ketika pagi atau sore hari banyak para penjual kaki lima yang menjual tempe kemul hangat karena langsung digoreng di tempat. Hampir kebanyakan warung pasti menyediakan kudapan yang enak, gurih, renyah dan murah ini.

Mie ongklok kuliner khas dieng wonosobo
Ini dia tempe kemul juga sebagai pendamping kuliner khas mie ongklok.

Untuk mendapatkan satu buah tempe kemul, Anda hanya butuh mengeluarkan dari dompet anda sebanyak 500 rupiah atau 700 rupiah atau 1000 rupiah saja. Tempe kemul merupakan kudapan khas Dieng Wonosobo yang sangat cocok untuk menemani minum kopi di pagi atau di sore hari. Hawa Dieng yang sangat sejuk membuat kuliner khas yang satu ini laris di pasaran. Tempe kemul juga sebagai pendamping makan mie ongklok jadi hampir semua warung mie ongklok menyediakan kudapan spesial ini. Hampir setiap wisatawan yang datang pastinya telah mencicipi tempe kemul.

Saat ini tempe kemul sudah tersedia dalam bentuk kemasan yakni dikenal dengan sebutan petos “tempe atos” atau tempe kemul mungil yang dibikin seperti kripik jadi bisa Anda bawa untuk oleh-oleh khas Dieng. Tak hanya syrup carica, kripik kentang, kecang Dieng atau purwaceng saja. Tempe kemul kemasan ini wajib dimasukkan daftar nama oleh-oleh khas untuk buah tangan dan dibawa ke kota asal Anda. Selamat berkunjung dan mencicipi tempe kemul yang renyah, enak, gurih dan murah ini sebagai kudapan khas asli Dieng/Wonosobo.

Ingin ke Dieng jangan lupa baca panduan ke Dieng nya juga ya.

×