Upacara Ruwatan Rambut Gimbal

anak anak rambut gimbal atau gimbal Dieng

anak anak rambut gimbal atau gimbal Dieng

Kata ruwatan sudah tidak asing lagi saat acara besar yakni Dieng Culture Festival diselenggarakan di Dieng yakni upacara pencukuran rambut gimbal masal di Dieng Plateau Area sebagai acara seni dan budaya Dieng. Disaat itulah seluruh obyek wisata Dieng dibanjiri ribuan wisatawan yang hendak menyaksikan acara sakral tersebut. Namun demikian perlu Anda ketahui terlebih dahulu detail tentang ruwat anak rambut gimbal Dieng, asal usul anak berambut gimbal Dieng, bagaimana upacaranya, serta apa tujuan di adakan upacara ruwat rambut gimbal.

Ruwat berarti bebas atau terlebas. Bagi orang Jawa seseorang yang dianggap memiliki sukerta harus di ruwat agar tidak terkena sial atau malapetaka bahkan marabahaya. Sukerta sendiri memiliki arti seseorang yang memiliki kelainan yang menurun tradisi turun temurun akan dimangsa bhatara kala, seperti anak-anak rambut gimbal sehingga harus dibersihkan atau diruwat terlebih dahulu.

Di daerah sekitar lerang Gunung Sumbing dan Gunung Sindoro subur akan tradisi ruwatan yakni ruwat rambut gimbal sebagai ciri khas yang tumbuh di Kabupaten Wonosobo. Anak-anak berambut gimbal ini dianggap sebagai anak sukerta yang dicadangkan menjadi mangsa Bhatara kala dan harus di ruwat.

1. Asal usul anak rambut gimbal/gembel Dieng


Ada beberapa versi tentang asal-usul munculnya anak-anak rambut gimbal seperti di Dieng. Versi yang pertama ialah zaman dahulu kala rambut gimbal di percaya sebagai titipan Kyai Kolodete. Kyai Kolodete merupakan salah satu tokoh yang membuka atau babad alas Wonosobo dan Kyai Kolodete juga berambut gimbal. Konon Kyai Kolodete sangat menyukai dan menyayangi anak-anak kecil. Karena saking sayangnya Kyai Kolodete menitipkan rambut gimbal beliau kepada anak-anak di Wonosobo. Beliau berpesan bahwa anak-anak yang memiliki rambut gimbal merupakan keturunannya dan pesan beliau jangan sekali disia-siakan karena anak ini sangatlah istimewa.

Versi kedua tentang asal usul anak rambut gimbal ialah Kyai Kolodete merupakan seorang pejuang yang memiliki rambut gimbal. Konon katanya rambut gimbal yang dimiliki Kyai Kolodete sangatlah panjang hingga sampai telapak kaki. Nah rambut gimbal beliau dianggap mengganggu saat perang tiba sehingga dititipkan kepada anak-anak yang disayanginya.

Versi ketiga tentang asal mula tumbuhnya anak rambut gimbal menyebutkan bahwa Kyai Kolodete memiliki rambut gimbal sejak lahir hingga wafat. Rambut gimbal yang dimiliki sangat mengganggu beliau sehingga ketika akan meninggal beliau berpesan kepada anak cucunya untuk mewarisi rambut gimbalnya . Kyai Kolodete telah mewariskan atau menitipkan rambut gimbal beliau kepada anak cucunya yang berada di Dataran Tinggi Dieng. Roh Kyai Kolodete kemudian menjadi penguasa di daerah pegunungan Dieng.

Rambut gimbal yang tumbuh di kalangan anak-anak Wonosobo atau Dieng muncul bukan dari bawaan lahir atau sejak lahir. Melainkan setelah beberapa bulan atau tahun kurang lebih keltika anak tersebut beranjak 2 tahun itu muncul. Kemunculan tumbuh rambut gimbal datang secara tiba-tiba yakni ditandai dengan sakit panas dan esok harinya tiba-tiba rambutnya telah melekat satu dengan lainnya atau menjadi gimbal. Meskipun dikeramasi rambut yang telah gimbal tersebut tidak kembali seperti semula dan harus dilakukan upacara ruwatan agar rambut mereka tumbuh normal kembali.

Ketika berkunjung ke Dieng atau Wonosobo dan menemui anak-anak rambut gimbal, mereka memiiki tipe rambut gimbal yang beraneka ragam yaitu:

  1. Gimbal Pari, rambut gimbal yang tumbuh memanjang membentuk ikatan kecil-kecil menyerupai bentuk padi.
  2. Gimbal jatha, rambut gimbal yang memiliki sekumpulan rambut gimbal yang besar besar tetapi tidak lekat menjadi Satur.
  3. Gembel Wedhus, merupakan rambut gimbal yang menyerupai bulu domba.

2. Bagaimana pelaksanaan upacara ruwatan anak rambut gimbal Dieng


Untuk menghilangkan sukerta anak-anak rambut gimbal harus dengan cara upacara ruwatan rambut gimbal yakni dengan mencukur rambut yang gimbal tersebut. Sebelum dilaksanakan pencukuran ada beberapa hal atau syarat yang harus dipenuhi yakni permintaan anak yang berambut gimbal tersebut harus disediakan. Sebelum upacara pencukuran atau ruwatan anak berambut gimbal mempunyai beberapa keinginan yang harus terkabulkan. Jika keinginan mereka tidak disiapkan meskipun mengadakan upacara ruwatan gimbal anak-anak tersebut akan tumbuh kembali. Biasanya permintaan yang sering diajukan berupa makanan anak-anak maupun mainan anak-anak seperti sepeda dan lain-lain.

Upacara ruwatan rambut gimbal selayaknya sebuah acara khitanan. Ada upacara individual ataupun upacara masal. Upacara ruwatan individual biasanya dilaksanakan secara pribadi di masing-masing rumah sedangkan upacara missal biasanya dilaksanakan bersamaan oleh beberapa anak yang memiliki rambut gimbal. Untuk upacara masal rambut gimbal biasanya diadakan di Dieng Plateau area, di beberapa obyek wisata Dieng sebagai contoh di Telaga Warna, Telaga pengilon dan Komplek Gua, di area Telaga Cebong maupun di area Komplek Candi Arjuna Dieng.

 

Teropong Telaga Warna dan Telaga Pengilon dari Puncak Sidengkeng Dieng

telaga warna dan telaga pengilon dari bukit sidengkeng

Taukah Anda obyek wisata yang menjadi tempat favorite para wisatawan maupun Photografer di Dieng yaitu dengan meneropong keindahan Telaga Warna dan Telaga Pengilon dari Bukit Sidengkeng. Jika cuaca cerah keindahan yang tek terbantahkan hadir memanjakan mata para wisatawan yang dating.

Bukit Sidengkeng merupakan salah satu perbukitan di daerah Dataran Tinggi Dieng yang terletak tepat di samping area konservasi sumber daya alam Telaga Warna dan Telaga Pengilon yaitu terletak di Desa Dieng Wetan kabupaten Wonosobo.

Telaga Warna memang sudah menjadi tujuan favorite dari dahulu kara baik untuk kalangan tourist luar negeri maupun wisatawan lokal. Warna-warna yang indah terpadu menjadi gradasi teramat sempurna apalagi saat matahari mulai memancarkan cahayanya di permukaan telaga. Banyak orang yang bertanya-tanya dari manakah warna-warna indah itu muncul? Telaga Warna merupakan salah satu telaga di Dieng akibat dari letusan gunung berapi Dieng dan terbentuklah sebuah kawah. Nah warna-warna telaga ini karena adanya pantulan sinar matahari kepermukaan air belerang dan kita lihat saat ini air telaga berwarna-warni indah seperti hijau, biru, kuning maupun silver, warna dominan dari Telaga Warna Dieng ini adalah hijau.

Bosan menikmati pemandangan Telaga Warna dari tepi telaga? Tentunya ada banyak tempat untuk menyaksikan telaga cantik ini. Cobalah teropong keelokan Telaga Warna dai puncak bukit dan pastinya Anda akan mendapatkan pengalaman dan bentukan alam yang berbeda. Dakilah Bukit Sidengkeng Dieng yaitu salah satu spot terbaik untuk melihat Telaga Warna.

Pertama Anda harus memasuki kawasan wana wisata petak sembilan, dari situlah awal pendakian Bukit Sidengkeng Dieng. Anda akan menyusuri jalan setapak menaiki bukit ini di antaran pepohonan akasia. Waktu yang di habiskan untuk mendaki bukit dengan ketinggian kurang lebih 200 meter ini sekitar 20 menit saja untuk pendaki pemula.

Tampak di kanan jalan kawasan Telaga Warna dengan warna-warni yang menggoda. Tentunya keindahan Telaga Warna ini akan tampak saat Anda telah sampai puncak bukit. Rasa letih, haus maupun lelah akan hilang seketika saat sampai puncak Bukit Sidengkeng. Keindahan panorama alam Telaga Warna sungguh-sungguh ada di puncak ini. Tak hanya dongeng yang Anda dengar apalagi iming-iming gambar indah di internet ternyata nyata adanya.

Di puncak Bukit Sidengkeng ini Anda akan benar-benar meneropong keindahan Telaga Warna, tampak di sebelah Telaga Warna sebuah telaga dengan warna kecoklatan yaitu Telaga Pengilon juga menjadi suguhan utama di Bukit Sidengkeng. Saat hari cerah dengan langit membiru Gunung Sindoro juga terlihat gagah apalagi warna-warna ait telaga akan terlihat sangat cerah dibanding menikmati keindahan Telaga Warna dari tepi telaga.

 

7 Telaga Dieng Menawan yang Bikin Kangen Para Wisatawan

telaga warna dan telaga pengilon dari bukit sidengkeng

Bagi Anda yang pernah mengunjungi Dieng yang pastinya ada beberapa hal baik cerita asyik perjalalanan tour Dieng maupun kesan saat mengunjungi obyek wisata alam Dieng seperti ketika berkunjung ke kawah Dieng, candi Dieng, Gunung Dieng ataupun Telaga Dieng. Berikut 7 Telaga Dieng yang akan membuat para wisatawan kangen untuk datang lagi ke Dieng.

1. Telaga Warna

Telaga warna dieng plateau
Telaga Warna Dieng

Telaga Warna memang menjadi salah satu tujuan wisata utama di Dieng. Dari kesekian banyak telaga di Dieng yang menjadi symbol Dieng tertulis sejak dahulu adalah Telaga Warna. Telaga warna merupakan telaga yang terbentuk akibat letusan gunung berapi. Telaga Warna memang memiliki warna-warna yang khas dan inilah yang menyebabkan Anda kangen untuk kembali ke Dieng. Perpaduan warna yang sering terlihat diantaranya warna hijau, biru, kuning, coklat maupun silver. Ada banyak spot obyek yang bisa di manfaatkan untuk menyalurkan hoby foto Anda diantaranya dari tepian Telaga Warna secara langsung atau dari Batu Pandang dan Bukit Sidengkeng.

2. Telaga Pengilon

batu pandang dieng plateau jawa tengah
Telaga Pengilon di sebelah kanan

Telaga Pengilon sering di sebut-sebut sebagai telaga kembarannya Telaga Warna karena letaknya yang berdampingan hanya saja telaga ini memiliki perbedaan yang kontras yaitu berkaitan dengan warna. Telaga Pengilon sesuai namanya memang tidak berwarna seperti Telaga Warna karena tidak mengandung belerang. Anda dapat berkeliling Telaga Pengilon untuk merasakan keheningan serta keindahan area telaga. Meskipun berair biasa Telaga Pengilon sangat asyik untuk memotret landscape alam Dieng. Background pegunungan akan menambah dramatis hasil jepretan Anda. Spot lain yang bisa Anda gunakan untuk memfoto telaga ini ialah Batu Pandang dan Bukit Sidengkeng. Dari kedua titik inilah pemandangan alam 2 telaga Dieng yakni Telaga Warna dan Telaga Pengilon akan terlihat.

3. Telaga Cebong

Desa sembungan dieng desa tertinggi di pulau jawa
Telaga Cebong Dieng

Telaga Cebong merupakan salah satu telaga Dieng yang akan membuat Anda ingin kembali ke Dataran Tinggi terindah di Jawa Tengah ini. Telaga Cebong berada di desa tertinggi di Pulau Jawa yaitu tepatnya di Desa Sembungan, Kecamatan Kejajar dan memasuki Kabupaten Wonosobo. Telaga Cebong berada di antara pertanian kentang yang berbukit. Jadi pemandangan alamnyapun sangat luar biasa. Telaga ini berada di kaki Bukit Sikunir makanya selalu rami dikunjungi oleh para pelancong yang datang. Ada berbagai aktvitas yang dapat Anda saksikan di sekitar Telaga Cebong diantaranya aktivitas para petani kentang Dieng yang sedang bercocok tanam di ladang-ladang mereka di sekitar telaga, Ada yang mengemudikan perahu untuk wisatawan yang ingin berkeliling telaga, jika sore hari Anda dapat menemukan orang-orang yang sedang asyik menyalurkan hoby mereka memancing. Anda bisa bergabung dengan penduduk local yang sedang memancing di Telaga Cebong. Banyak spot objek yang bikin rindu untuk kembali datang ke Telaga Cebong. Titik yang biasa digandrungi oleh wisatawan untuk mengambil foto telaga ialah titik yang diambil dari Puncak Bukit Sikunir. Syaratnya harus mendaki bukit kurang lebih 30 menit perjalanan saja.

4. Telaga Dringo

telaga dringo dieng
Telaga Dringo Dieng

Ada banyak foto-foto bagus Telaga Dringo bermunculan di internet. Telaga inilah yang membuat Anda rindu untuk datang kembali ke Dieng Plateau bersama keluarga, rekan atau sahabat. Telaga Dringo mempunyai lokasi unik karena jauh dari pemukiman maupun obyek wisata lain yang ada di Dieng. Dari zona 1 sebagai obyek wisata utama di Dieng jaraknya kurang lebih 17 Km. Jadi memang jarang wisatawan dari luar kota mengunjungi Telaga Dringo. Jalanan yang lumayan ekstrim akan membuat siapa saja tertantang untuk datang karena ada telaga cantik dan pemandangan alam elegan akan di dapat.

5. Telaga Merdada

telaga merdada dari bukit pangonan dieng
Telaga Merdada Dieng

Telaga Merdada Dieng merupakan telaga terluas di Dieng Plateau. Telaga ini terbilang nyaman di kunjungi karena area nya yang luas. Anda akan berakrab ria dengan para petani kentang yang berada di sekitar Telaga Merdada. Selain mendapatkan pemandangan indah, culture serta kebiasaan penduduk local akan menambah wawasan Anda saat berkunjung ke Dieng. Telaga Merdada memang sumber air untuk pertanian para warga. Disini juga aktivitas memancing dapat Anda saksikan bahkan di bulan-bulan tertentu ada event tahunan lomba memancing ikan di Telaga Merdada. Spot objek yang bagus untuk memotret Telaga Merdada ialah dari perbukitan sekitar sebagai contoh dari Bukit Pangonan Dieng. Disinilah Anda akan melihat area Telaga Merdada secara keseluruhan.

6. Telaga Swiwi

Letaknya memang strategis dan mungking menjadi telaga yang dinobatkan telaga terkecil di Dieng. Jika dilihat secara awam telaga ini memang memiliki luas yang tidak terlalu besar hanya seperti kolam biasa. Tapi jangan salah Telaga Swiwi sangat asyik untuk sekedar beristirahat. Tempatnya yang nyaman dan bisa untuk berteduh sesaat akan membuat pikiran kembali fresh dan siap untuk melanjutkan berjelajah Dieng.

7. Telaga Menjer

telaga menjer dieng
Telaga Menjer

Telaga Menjer telaga yang memiliki pemandangan alam luas dan lepas. Telaga ini berada di ketinggian 1.200 mdpl tepatnya di Desa Menjer, Kecamatan Garung, Kabupaten Wonosobo. Memang berada bukan di area Dieng Plateau tapi tepat di balik pegunungan Dieng. Lokasinya dekat dengan Kabupaten Kota Wonosobo, akses untuk menuju kesana pun mudah. Ada satu hal yang akan membuat wisatawan kangen untuk kembali ke telaga ini yaitu ketika diantar para tukang perahu untuk berkeliling ke Telaga Menjer. Cukup lama juga kurang lebih 45 menit Anda akan di bawa berkeliling menikmati Telaga Menjer. Ada beberapa spot objek yang biasanya dimanfaatkan para wisatawan untuk mengabadikan moment terindah yaitu naiklah sedikit menuju perkebunan the tambi yang berada di Desa Tlogo. Disitulah Anda bisa memotret Telaga Menjer secara keseluruhan. Memang agak susah mengambil foto telaga menjer keseluruhan dari tepi telaganya langsung karena telaga ini cukup luas. Demikian ulasan tentang 7 Telaga yang membuat siapapun yang pernah datang ke Dieng untuk datang kembali mengunjungi dataran tinggi negerinya para Dewa ini. Selamat berkunjung kembali.

Mengintip Ragam Pesona Alam di Desa Tertinggi di Pulau Jawa

Desa sembungan dieng desa tertinggi di pulau jawa

Desa sembungan dieng desa tertinggi di pulau jawa

Dieng tenar dengan sebutan negeri kahyangan yakni negerinya para dewa. Tidak sedikit orang-orang yang memang sengaja untuk datang singgah sementara untuk mengisi waktu-waktu senggang mereka untuk merefresh kembali baik jiwa maupun raga setelah sehari-hari berkecimpung di dunia kerja. Apalagi bagi Anda yang hidup di kota-kota besar. Dieng termasuk high land / dataran tinggi yang ada di Jawa Tengah. Ada banyak ragam pesona wisata yang mampu menggugah bagi semua yang datang. Sejak dahulu kala Dieng memang sudah terkenal sebagai tempat nyaman untuk beristirahat sejenak yaitu berekreasi. Ada banyak potensi-potensi alam yang menjadi daya tarik utama sehingga bisa mengundang siapa saja betah untuk tinggal walaupun sebentar. Perpaduan antara hawa udara dingin, sejuk, panorama alam yang tak terhingga indahnya, penduduk nan ramah, budaya yang masih kental. Saat ini Dieng mampu menyedot ribuan kawanan wisatawan baik dari dalam negeri maupun manca Negara. Dieng terbilang ramai ketika banyak di bicarakan oleh para awak media seperti pengaruh informasi media internet ataupun televisi yang tak henti-hentinya membicarakan keindahan alam Dieng. Sejak tahun 2012 akhir peminat berwisata ke daerah pegunungan seperti Dieng naik daun. Yakni di awali dengan adanya ragam potensi alam yang berada di desa tertinggi di Pulau Jawa.

Dimanakah letak desa tertinggi di Pulau Jawa


Banyak para wisatawan kagum saat pertama mendengar ada satu daerah atau pedesaan yang ternyata menjadi slogan desa tertinggi di Pulau Jawa. Tidak lain halnya ialah salah satu desa terujung di Kabupaten Wonosobo, Kecamatan Kejajar yaitu Desa Sembungan. Desa Sembungan terletak di ketinggian yang di kelilingi pegunungan-pegunungan tinggi. Desa sembungan Dieng memiliki ketinggian kurang lebih 2.345 mdpl. Desa Sembungan, Kejajar, Wonosobo sudah banyak di kenal orang karena mempunyai potensi wisata alam inti dan harus di kunjungi oleh siapapun bagi orang-orang yang sedang melawat ke Dieng.

Ragam Potensi apa yang ada di Desa Sembungan?


Dieng mulai ramai sejak di bukanya wisata baru yaitu wisata mengejar matahari terbit dari puncak Bukit Sikunir Dieng yang dikenal dengan Golden Sunrise Sikunir. Setiap week end maupun hari-hari libur jumlah pengunjung mencapai ribuan orang. Saat mereka mengunjungi Dieng, Sunrise Sikunir telah menjadi tempat wajib yang harus di kunjungi. Memang Bukit Sikunir merupakan titik terindah untuk melihat matahari terbit. Jika ingin melihat sunrise harus berjalan mendaki terlebih dahulu kurang lebih 30 menit saja. Waktu yang tidak terlalu lama dan sangatlah standard untuk hiking di pagi hari. Jangan salah tidak hanya Jakarta saja yang macet, saat musim liburan tiba untuk mendaki Bukit Sikunirpun terkena macet. Meskipun banyak pengunjung Anda dapat memilih tempat-tempat yang bagus untuk melihat matahari terbit karena areanya berbukit-bukit jadi kebanyakan mereka juga bisa menyaksikan bersama-sama.

Tidak hanya Golden Sunrise Sikunir saja yang dapat Anda saksikan ketika mengunjungi desa tertinggi di Pulau Jawa ini. Deretan pegunungan indah serta perumahan penduduk yang ada di bawah bukit juga dapat Anda saksikan. Desa Sembungan memiliki potensi alam lainnya yakni Telaga Cebong. Disinilah Anda dapat mendirikan tenda-tenda/camping. Telaga Cebong juga sangat cantik jika di lihat dari Puncak Bukit Sikunir karena memang telaga ini terletak di kaki bukit. Jangan sungkan untuk berbaur dengan penduduk local Desa Sembungan. Mereka akan menyambut hangat kedatangan Anda dengan logat Dieng khas dan mungkin jangan sampai terlewatkan juga untuk mencicipi kuliner khas yang ada seperti carica, purwaceng atau kentang Dieng. Semua akan tersaji untuk Anda.

×