Ada Keindahan di Balik Letusan Kawah Sileri

kawah sileri dieng plateau jawa tengah indonesia
kawah sileri dieng plateau jawa tengah indonesia
Kawasan Kawah Sileri nan luas dengan landscape pegunungan berjajar indah jika dilihat dari tempat Anda Parkir

  Kawah Sileri merupakan salah satu tempat yang sering di kunjungi oleh para pelacong di Dataran Tinggi Dieng yang menawarkan panorama alam yang sangat indah. Tak hanya Kawah Sikidang yang di gadang-gadang orang untuk dikunjungi Kawah Sileri inipun tidak sedikit peminatnya. Karena letaknya yang agak jauh dari obyek wisata zona 1 seperti Telaga Warna, Komplek Candi Arjuna serta Kawah Sikidang yang membuat wisata alam Dieng ini tak terlalu ramai. Anda dapat merasakan kesejukan dan kedamaian di wilayah ini tanpa terganggu oleh aktivitas wisatawan lain. Secara geografis Kawah Sileri terletak di Desa Pakisan, Kecamatan Batur dan Kabupaten Banjarnegara dan tepatnya terletak di jalan menuju Desa Bitingan. Kawah ini terletak daerah pegunungan pagerkandang makanya pemandangan yang disajikan tampak mempesona. Kawah ini merupakan kawah terluas di Dieng yaitu luas wilayah areanya sekitar 4 hektar, sebagian permukaan dipenuhi air yang mendidih berwarna putih keabu-abuan dan mengalir ke hilir menyirami ladang-ladang di bawahnya. Dari warna inilah kenapa disebut Kawah Sileri muncul. Kawah Sileri memang diambil dari kata leri yaitu air cucian beras karena air Kawah Sileri berwarna putih ke abu-abu seperti air cucian beras. Kawah Sileri merupakan salah satu kawah aktif di Dieng yang sering mengalami letusan. Kawasan waspada di area Dieng diantaranya area Kawah Sileri, Desa Bitingan, Kawah Sinila dan Kawah Timbang. Makanya aktivitas kawah yang satu ini dipantau setiap saat untuk mengantisipasi bencana dadakan datang. Kawah sileri tercatat pernah meletus di antaranya pada tahun 1994, 1964, 1984, 1985, 2003 dan 2009. Kawah Sileri ini bisa dikunjungi setiap saat jika dalam status aman jadi tidak usah takut mengunjungi obyek wisata yang satu ini karena sudah ada lembaga khusus yang memantau dan sewaktu-waktu memberi kabar kepada wisatawan dan masyarakat.

jalan menuju kawah sileri Dieng
Jalan menuju kawah sileri dari arah gerbang pintu masuk kawasan Kawah Sileri yang menyuguhkan alam dengan keasriannya.

  Ada keindahan di balik letusan Kawah Sileri yang masih aktif terbukti saat memasuki kawasan Gerbang Kawah Sileri Dieng Anda akan disambut bentang alam yang begitu menakjubkan yaitu hamparan pertanian kentang, carica serta sayur mayur yang tertata khas dalam terasiring yang tampak hijau menghiasi di kanan-kiri jalan dan mampu membuat mata Anda terpana. Tak jauh dari pintu gerbang sekitar 10 menit Anda bisa melihat keindahan Kawah Sileri yang begitu luas dengan asap mengepul tipis di atasnya. Bisa dikata seperti kolam mendidih dengan air putih abu-abu. Untuk menuju ke gazebo-gazebo terdekat menyaksikan keajaiban alam Dieng ini Anda harus berjalan menuruni bukit menyusuri jalan setapak yang masih alami serta berjalan diantara ladang sayur mayur akan terlihat tampak segar di mata. Disitulah Anda dapat mengabadikan moment terindah berwisata bersama keluarga sahabat maupun kerabat dengan background kawah terluas di Dieng serta pegunungan-pegunungan indah yang sentiasa mengelilingi kawasan obyek wisata alam Kawah Sileri. Saat pagi hari Anda akan menemukan landscape alam langka, yaitu saat dimana air menguap dari permukaan kawah nan luas saat disinari cahaya matahari akan terlihat seperti di negeri dongeng dimana uap panas melayang-layang begitu kental di permukaan kawah dan terlihat begitu nyata. Dari kawasan Kawah Sileri Dieng kini sudah hadir obyek wisata alam terbaru di Dieng yaitu waterpark air panas dengan memanfaatkan panas bumi dari kawasan Kawah Sileri dan bisa dimasukkan juga ke dalam agenda perjalanan berwisata Anda ke Dieng Plateau.

Bukit Teletubies Gunung Prau Dieng Digandrungi Ribuan Wisatawan

bukit teletubbies gunung prau dieng

Siapa sih yang tidak mengenal Gunung Prau Dieng? Akhir-akhir ini peminat mendaki gunung mulai meningkat tajam, seperti di Dieng. Bagi para wisatawan yang bosan dengan obyek wisata yang itu-itu saja seperti telaga-telaga, kawah-kawah maupun candi-candi Dieng, kebanyakan mereka akan menjajal wisata adventure yang satu ini yaitu tracking Gunung Prau. Gunung Prau mulai terkenal sejak awal tahun 2014 silam. Saat ini ribuan wisatawan/pendaki berbondong-bondong ingin mendaki gunung prau apalagi kalau long weekend tiba. Tidak hanya hari libur saja yang ramai dikunjungi hari-hari non weekend pun terlihat para pendaki menggendong tas dan perlengkapan mendaki mereka di pos-pos pendakian Gunung Prau yang telah di sediakan.

Gunung Prau Dieng merupakan salah satu pegunungan terbesar di area Dieng Plateau, gunung ini memiliki ketinggian 2.566 mdpl. Gunung yang terbilang tidak terlalu tinggi ini mampu memikat ribuan wisatawan yang datang. Tak hanya pesona Golden Sunrise saja yang akan di dapat pemandangan alam nan luar biasa menjadi suguhan utama saat mengunjungi obyek wisata yang satu ini. Anda akan mendaki kurang lebih 3-4 jam perjalanan hingga sampai titik puncak Gunung Prau. Lama perjalanan mendaki tentunya tidak terlepas dari fisik masing-masing pendaki serta dari pos mana mereka memulainya.

Saat ini ada 3 pos resmi pendakian Gunung Prau diantaranya pos pendakian dari Desa Patak Banteng, pos pendakian dari Desa Dieng dan pos pendakian dari Desa Dieng. Dari ketiga pos pendakian memiliki medan yang berbeda-beda. Jika Anda memilih pos pendakian dari Desa Patak Banteng waktu yang ditempuh akan lebih singkat karena langsung sampai di titik camp area akan tetapi harus bersiap-siap untuk menakhlukkan puluhan tikungan serta tanjakan tajam. Medan dari pos Patak Banteng memang sangatlah terjal dan jarang tepat datar, keseluruhan medan nya adalah menanjak.

Pos starting point yang biasa di lalui oleh para pendaki adalah dari Desa Kalilembu dan Desa Dieng. Medan dari kedua post ini hampir sama jalanan tidak terlalu menanjak, medannya tidak seperti dari pos Patak Banteng hanya saja waktu yang ditempuh agak sedikit lama karena apabila sudah sampai puncak Anda di wajibkan untuk berjalan menyusuri ratusan perbukitan dari ujung barat ke ujung timur tempat camping area sebagai tempat menyambut matahari tiba. Suguhan utama saat tracking Gunung Prau tidaklah hanya merasakan sensasi melihat matahari terbit yang terkenal akan golden sunrisenya. Gunung Prau akan memanjakan mata setiap para pengunjung dengan suguhan utama panorama perbukitan terhampar luas yang sering di sebut bukit teletubbies. Disinilah para wisatawan dapat bermanja-manja ria dengan bunga-bunga daisy yang tumbuh seperti taman di bukit-bukit teletubbies.

Mengenal Candi Dwarawati yang Tersembunyi

candi dwarawati dieng

candi dwarawati dieng

Mengunjungi situs-situs obyek wisata dieng purbakala seperti candi-candi kuno akan menjadi suguhan utama saat Anda berkunjung untuk liburan ke Dataran Tinggi di Jawa Tengah ini. Biasanya tempat yang ramai dikunjungi para wisatawan yang datang hanyalah beberapa candi yang terletak strategis dan pastinya mudah dijangkau maupun yang terlihat dari jalan seperti Komplek Candi Arjuna, Candi Setiaki, Candi Gatutkaca maupun Candi Bima.

Kali ini Anda akan dibawa merasakan kedamaian alam Dieng menuju ke Candi Dwarawati Dieng Plateau. Candi Dwarawati memang terlihat unik karena lokasi bangunan kuno ini menjauh dari candi-candi Dieng lainnya yang semuanya hamppir berdekatan. Candi Dwarawati di bangun oleh nenek moyang jaman dahulu di tanah kosong agak berbukit diantara persawahan, tepatnya di pinggir pedesaan yaitu Desa Dieng Kulon Kabupaten Banjarnegara.

Memang Candi Dwarawati terbilang jarang dikunjungi wisatawan karena terletak di pinggir desa dan harus melewati perkampungan kecil Desa Dieng Kulon. Bentuk bangunan candi Dwarawati tidak berbeda dengan candi-candi Dieng lainnya dengan berbentuk catur muka candi ini menghadap ke sebelah barat membelakangi matahari terbit. Ukuran Candi dwarawati juga minimalis yaitu hanya berukuran 5,30 m x 5,30 m yang berbentuk bujur sangkar. Candi ini juga selesai dipugar pada tahun 1980 sehingga sekarang sudah bisa dinikmati keindahannya.

Cara menuju Candi Dwarawati


Cara menuju ke Candi Dwarawati nan indah ini sangatlah mudah karena masih satu lokasi di area Dieng Plateau zona 1, memang agak masuk kampung tapi dijamin wisatawan tidak akan merugi. Untuk menuju lokasi Candi Dwarawati Anda harus memasuki Gang Desa yang bertuliskan Dwarawati tampak di sisi jalan utama Dieng Plateau kawasan pariwisata. Memang harus faham betul saat ingin menuju area ini karena banyak sekali pertigaan yang harus Anda pilih, Anda juga bisa menanyakan kepada penduduk sekitar dimana Candi Dwarawati berada.

Tidak jauh dari gang Dwarawati sekitar 5 menit perjalanan berkendara sampailah di kaki bukit kecil dimana Candi Dwarawati Berada. Tampak tangga-tangga mungil tertata rapi sebagai jalan utama ke area Candi Dwarawati. Perjalanan terasa asyik ketika melintasi para petani sedang bercocok tanam maupun memanen kentang-kentang mereka yang dapat dilihat dari sisi kanan kiri jalan bertangga itu. Disana terlihat cantiknya bangunan candi menyendiri di atas bukit dengan background Gunung Prau yang masih rimbun dengan pepohonan menghijau serta perbukitan-perbukitan lain.

Nuansa di Candi Dwarawati


Suasana sepi, nyaman serta damai akan menyelimuti siapa saja yang sedang menyapa salah satu peninggalan kuno yaitu berupa bangunan candi ini. Karena sedikit orang yang tau keberadaannya maka masih terlihat keasliannya saat dinikmati. Rerumputan tipis yang menghijau akan membuat siapa saja betah untuk sekedar duduk-duduk mengagumi bangunan candi beraliran Hindu ini serta landscape alam nan menawan. Sekali-kali Anda juga bisa menyapa maupun sekedar tanya-tanya kepada petani di sekitar area ini dan pastinya mereka akan tulus menyapa Anda.

Jangan lewatkan mengunjungi salah satu peninggalan Hindu tertua di Pulau Jawa yang terletak menyendiri di pinggiran desa yakni Candi Dwarawati kenyamanan serta kedamaian akan menyelimuti setiap hati yang datang untuk mengunjungi cagar budaya yang satu ini yang masih tertinggal utuh di bumi kahyangan Dieng, buminya para dewa bersemayam.

×