Inilah Candi Bima, Candi Termegah dan Terbesar di Bumi Kahyangan

candi bima dieng jawa tengah
candi bima dieng jawa tengah
Inilah Candi Bima Dieng sebagai candi terbesar dan termegah di Dieng Plateau Central Java

Dieng tidak hanya identik dengan wisata alam saja, seperti pegunungan-pegunungan yang indah, kawah-kawah maupun telaga-telaga Dieng yang terhampar luas. Di Dieng inilah Anda juga dapat menikmati sajian wisata sejarah berupa bangunan candi.

Napak tilas mahakarya nenek moyang akan terasa mengasyikan, selain dapat pengetahuan sejarah masa lampau Anda juga dapat menghirup kesegaran alam Dieng yang segar tanpa polusi bahkan ditemani juga pemandangan alam yang sangat menakjubkan. Ada beberapa komplek bangunan candi yang wajib dikunjungi seperti Komplek Candi Arjuna, Candi Setiaki, Candi Gatutkaca, Candi Dwarawati serta candi termegah bahkan terbesar di Dieng yaitu di kawasan cagar budaya Candi Bima.

Candi Bima Dieng
Candi Bima yang tampak dari sisi jalan sebelum masuk ke kawasan obyek wisata Kawah Sikidang Dieng

Candi-candi Dieng diperkirakan di bangun pada jangka waktu yang berlainan yaitu dari abad ke VII hingga abad ke XIII. Candi-candi di Dieng memang khusus di persembahkan bagi Dewa Civa karena candi-candi Dieng ini memang beraliran Hindu bahkan candi-candi Dieng memang tercatat candi beraliran Hindu tertua di Jawa. Hal ini bisa di lihat dari bentuknya yang kecil-kecil tidak terlalu besar dan memiliki relief yang sangat sederhana. Dari semua candi-candi di Dieng ada satu candi yang memiliki bentuk serta ukuran yang berbeda yaitu Candi Bima itu sendiri.

Napak tilas sejarah tentang candi memang hal yang sangat menyenangkan ketika berkunjung ke Dataran Tinggi Dieng apalagi mengunjungi candi Bima sebagai candi termegah dan terbesar di Dieng. Disinilah kita akan mengagumi kecanggihan nenek moyang orang Dieng.

candi bima dieng
Bagian puncak dari bangunan Candi Bima ini sangatlah megah ada kemiripan dengan candi-candi Hindia dan tampak begitu kuna yang telah di bangun ribuan tahun silam

Untuk mengunjungi Candi Bima sangatlah mudah, candi Dieng yang baru selesai dipugar tahun 2014 ini mampu menarik peneliti kembali karena keunikannya. Candi Bima Dieng terletak masih di area obyek wisata Dieng lainnya, tepatnya di samping pintu masuk menuju obyek wisata Kawah Sikidang Dieng dan tidak jauh dari Telaga Warna maupun Dieng Theater.

Jika melihat sepintas dari tepi jalan memang Candi Bima mengundang para wisatawan untuk mengunjungi. Candi yang berbentuk bujur sangkar dan berukuran 4,55 m x 4,55 m merupakan salah satu candi di Dieng yang memiliki unsur gaya candi-candi di India yaitu terdiri dari tiga tingkatan mendatar.

Candi Bima Dieng ini juga digunakan sebagai tempat untuk upacara Pradaksina karena di temukan bekas tembok pagar yang mengelilingi candi ini. Di keempat sudut Candi Bima juga terdapat relief padma yang pastinya menjadi terlihat megah dan indah pada bangunan candi Dieng ini.

candi bima dieng
Pintu masuk Candi Bima yang di hiasi relief kala dan diyakini sebagai penjaga candi. Candi Bima Dieng ini merupakan salah satu candi yang menghadap ke arah timur.

Ada daya tarik sendiri saat mengunjungi kawasan cagar budaya Candi Bima tentunya sangat berbeda dengan candi-candi lain, selain bangunan candinya yang besar dan megah, di Candi Bima inilah terdapat arca kudu pada relung-relung candi. Arca kudu inilah yang sering hilang dan di curi orang. Langit-langit di dalam bangunan Candi Bima ini memiliki bentuk kerucut seperti piramida dan keempat sudut sisinya terdapat lubang-lubang yang diduga untuk menyusun batu di atasnya saat pembangunan candi. Dilihat dari susunan dalam Candi Bima yang berbentuk piramida dan sangat menarik ini memang benar bahwa usia Candi Bima Dieng memanglah sudah sangat tua dan lebih dari 1000 tahun silam. Itulah fakta-fakta unik di bangunan candi Dieng termegah dan terbesar di Dieng.

Hargai  dan lestarikan mahakarya nenek moyang yang tergoreskan di setiap bangunan candi, bagaimana mereka berfikir, bagaimana mereka membuat bahkan dengan peralatan sederhana tanpa tersentuh peralatan modern (save history Dieng right now).

Candi Bima Dieng
Candi Bima Dieng sebagai warisan budaya nenek moyang dan menjadi cagar budaya bangsa yang harus terus di lestarikan keberadaannya.

Teropong Keindahan Telaga Warna dari Bukit Sidengkeng

telaga warna dari bukit sidengkeng
telaga warna dari bukit sidengkeng
Inilah teropong keindahan Telaga Warna dan Telaga Pengilon yang terlihat dari Bukit Sidengkeng Dieng

Taukah Anda obyek wisata yang menjadi tempat favorite para wisatawan maupun Photografer di Dieng yaitu dengan meneropong keindahan Telaga Warna dan Telaga Pengilon dari Bukit Sidengkeng. Jika cuaca cerah keindahan yang tek terbantahkan hadir memanjakan mata para wisatawan yang datang.

Bukit Sidengkeng merupakan salah satu perbukitan di daerah Dataran Tinggi Dieng yang terletak tepat di samping area konservasi sumber daya alam Telaga Warna dan Telaga Pengilon yaitu terletak di Desa Dieng Wetan kabupaten Wonosobo.

Telaga Warna memang sudah menjadi tujuan favorite dari dahulu kara baik untuk kalangan tourist luar negeri maupun wisatawan lokal. Warna-warna yang indah terpadu menjadi gradasi teramat sempurna apalagi saat matahari mulai memancarkan cahayanya di permukaan telaga. Banyak orang yang bertanya-tanya dari manakah warna-warna indah itu muncul? Telaga Warna merupakan salah satu telaga di Dieng akibat dari letusan gunung berapi Dieng dan terbentuklah sebuah kawah. Nah warna-warna telaga ini karena adanya pantulan sinar matahari kepermukaan air belerang dan kita lihat saat ini air telaga berwarna-warni indah seperti hijau, biru, kuning maupun silver, warna dominan dari Telaga Warna Dieng ini adalah hijau.

Bosan menikmati pemandangan Telaga Warna dari tepi telaga? Tentunya ada banyak tempat untuk menyaksikan telaga cantik ini. Cobalah teropong keelokan Telaga Warna dai puncak bukit dan pastinya Anda akan mendapatkan pengalaman dan bentukan alam yang berbeda. Dakilah Bukit Sidengkeng Dieng yaitu salah satu spot terbaik untuk melihat Telaga Warna.

wana wisata petak 9 dieng
Gerbang utama menuju Bukit Sidengkeng adalah melewati Wana Wisata Petak 9 Dieng

Pertama Anda harus memasuki kawasan wana wisata petak sembilan, dari situlah awal pendakian Bukit Sidengkeng Dieng. Anda akan menyusuri jalan setapak menaiki bukit ini di antaran pepohonan akasia. Waktu yang di habiskan untuk mendaki bukit dengan ketinggian kurang lebih 200 meter ini sekitar 20 menit saja untuk pendaki pemula.

Tampak di kanan jalan kawasan Telaga Warna dengan warna-warni yang menggoda. Tentunya keindahan Telaga Warna ini akan tampak saat Anda telah sampai puncak bukit. Rasa letih, haus maupun lelah akan hilang seketika saat sampai puncak Bukit Sidengkeng. Keindahan panorama alam Telaga Warna sungguh-sungguh ada di puncak ini. Tak hanya dongeng yang Anda dengar apalagi iming-iming gambar indah di internet ternyata nyata adanya.

gunung sindoro
Gunung Sindoro sebagai gunung besar di Jawa Tengah juga tampak dari Bukit Sidengkeng saat menyaksikan landscape Telaga Warna dan Telaga Pengilon Dieng

Di puncak Bukit Sidengkeng ini Anda akan benar-benar meneropong keindahan Telaga Warna, tampak di sebelah Telaga Warna sebuah telaga dengan warna kecoklatan yaitu Telaga Pengilon juga menjadi suguhan utama di Bukit Sidengkeng. Saat hari cerah dengan langit membiru Gunung Sindoro juga terlihat gagah apalagi warna-warna ait telaga akan terlihat sangat cerah dibanding menikmati keindahan Telaga Warna dari tepi telaga.

Inilah lembah sumurup sebagai wahana petualangan alam

padang savana lembah sumurup Dieng
lembah sumurup padang savana Dieng Plateau
Inilah lembah sumurup yang di kenal dengan Padang Savana Dieng dan tampak murup/nyala jika di lihat dari perbukitan sekitar yang mengelilinginya.

Ingin berpetualang ke Dieng tapi bingung mau kemana? Dieng merupakan daerah pegunungan yang banyak menawarkan kekayaan alam yang tersaji menjadi obyek wisata Dieng. Tidak hanya telaga-telaga, kawah-kawah, candi-candi, maupun sunrise saja yang menjadi daya pikat para wisatawan yang hadir. Terkadang memang ada wisatawan yang ingin mengunjungi Dieng dengan berpetualang . Jelajahlah ke Lembah Sumurup petualangan Anda akan di mulai di titik tersebut. Saat hendak berpetualang ke Dieng tentunya tidak mudah karena harus prepare perlengkapan yang semestinya di bawa. Tak hanya prepare perlengkapan saja persiapan fisik juga menjadi sangat penting ketika ingin berpetualang ke Dieng baru tentukan ingin kemana saja saat petualang ke Dieng. Sebenarnya banyak wahana untuk berpetualang seperti petualang ke Gunung Prau Dieng, petualang ke Telaga Dringo Dieng, petualang ke lembah sumurup Dieng maupun ke pegunungan-pegunungan lainnya yang mengelilingi Dataran Tinggi dieng.

telaga merdada dari bukit pangonan dieng
Landscape Telaga Merdada Dieng saat hendak menuju ke lembah sumurup yang dilihat dari Bukit Pangonan

Lembah Sumurup Dieng merupakan suatu tempat di Dieng yang akan memberikan kedamaian, kenyamanan dan cocok sebagai wahana petualangan. Lembah Sumurup ini terletak tepat di tengah-tengah bukit/gunung Pangonan. Tentunya orang-orang tau betul letak gunung pangonan karena tepat berada di tengah-tengah Dataran Tinggi Dieng. Lembah sumurup ini akan tampak indah saat musim kemaru tiba. Warnanya akan menjadi perpaduan hijau dan coklat. Sebenarnya apa sih yang membuat lembah ini murup? Sebenarnya banyak orang yang mengenal lembah sumurup ini sebagai Padang Savananyan Dieng. Di sinilah padang rumput terhampar luas dengan perbukitan-perbukitan kecil di dalamnya. Rerumputan inilah yang membuat daerah Lembah Sumurup terlihat indah apalagi di sekeliling daerah ini merupakan hutan belantara akasia yang akan terlihat sangatlah kontras. Lembah Sumurup Dieng memang terletak di tengah-tengah area Dataran Tinggi Deng, lembah ini terlihat seperti mangkuk besar dengan bentuk bulat dan ada perbukitan yang mengelilinginya.

Lembah sumurup padang savana Dieng
Lembah sumurup dengan padang savananya yang terlihat dari dekat

Ada beberapa spot objek yang tidak boleh di lewatkan oleh para petualang yang ingin menelisik lembah sumurup. Biasanya para Traveler akan mendaki Bukit Pangonan ini dari Museum Kaliasa Dieng yang terletak dengan Komplek Candi Arjunag Dieng. Memang jika melewati jalur ini agak berat tapi jangan salah Anda para petualang akan dimanjakan oleh pemandangan yang luar biasa indahnya. Keindahan alam yang begitu mempesona kita sebagai petualang/traveler sejati wajib menjaganya.

“Jaga Dieng, Jangan kotori Dieng, Lestarikan Dieng. Nikmatilah keindahan Panorama Dieng dan Jangan sedikitpun Menggoreskan luka terhadap Alam Dieng”.(Pesan untuk Dieng Travelers)

Lembah Sumurup padang savana Dieng
Para petualang Dieng merasa fun, asyik berfoto, melompat, berlari maupun menikmati keindahan alam sekitar lembah sumurup yang dikelilingi rimbunnya rimba akasia.

Rasa letih maupun capek tentunya akan hilang seketika saat Anda melihat kecantikan salah satu telaga Dieng yaitu Telaga Merdada. Telaga ini terlihat tepat di sisi kanan Anda dan menolehlah kesebelah kiri. Disitulah lembah sumurup berada. Memang luar biasa dan benar-benar nyala dengan warna-warna kuning, hijau serta coklat. Rasanya tak sabar ingin mengarungi segera lembah sumurup. Untuk mencapai lembah sumurup kita haru berjalan mengelilingi dan menuruni perbukitan terlebih dahulu serta menyibak pepohonan akasia gunung yang masih rimbun. Suasananya memang sunyi senyap maka direkomendasikan untuk membawa kawan-kawan sebagai teman perjalanan petualangan agar bisa memecahkan heningnya suasana alam.

padang savana lembah sumurup Dieng
Lembah Sumurup juga sebagai incaran utama para Photografer

Setelah beberapa menit berlalu sekitar 45 menit sampailah Anda di lembah sumurup yang di sebut-sebut padang savananya Dieng. Rebahkanlah tubuh Anda keluarkan kameran Andalan Anda agar moment berharga ini tidak hilang sia-sia. Anda para petualang sejati akan menikmati keindahan landscape lembah sumurup, berjalan, berlari bahkan menelusuri setiap sudut yang ada. Come on, Dont miss it!

Fakta unik Golden Sunrise Sikunir bulan Februari

Golden Sunrise Sikunir bulan Februari
Golden Sunrise Sikunir bulan Februari
Fakta unik sunrise sikunir terlihat bagus dengan warna menyala saat bulan Februari

Dataran Tinggi Dieng adalah tempat terbagus dan paling fenomenal untuk melihat keajaiban-keajaiban alam yang penuh keindahan dan masih tersimpan di Negeri Kahyangan Dieng ini. Contoh keajaiban-keajaiban alam di Dieng yaitu salah satunya adalah melihat matahari terbit yaitu yang di kenal sebagai Dieng Sunrise.

Ada beberapa tempat pilihan untuk melihat sensasi bangunnya matahari saat sang fajar tiba. Banyak gunung-gunung di Dieng yang di gunakan sebagai tempat melihat sunrise diantaranya bisa dari Bukit Sikunir, Gunung Pakuwojo maupun Gunung Prau. Pergi ke daerah pegunungan untuk melihat sunrise biasanya orang-orang berfikir akan mendaki gunung yang begitu tinggi saat malam hari. Memang benar saat ingin melihat matahari terbit di Dieng kita harus melakukan perjalanan mendaki terlebih dahulu seperti saat ingin menyaksikan Golden Sunrise dari Bukit Sikunir, Gunung Pakuwojo maupun Gunung Prau. Tapi tentunya ada satu alternatif supaya tidak mendaki atau naik-naik gunung yaitu dengan memburu sunrise di Gardu Pandang Tieng maupun Sunrise Posong.

Golden sunrise sikunir Dieng
Golden Sunrise Sikunir muncul di balik Gunung Merbabu saat bulan Februari dengan sensasi gradasi warna yang terpancar dari gumpalan awan

Dari semua tempat sunrise Dieng yang paling terkenal memanglah Sunrise Sikunir. Kawasan obyek wisata sunrise sikunir memang selalu di padati banyak tamu yang masih penasaran maupun memang pengagum matahari terbit dari Dataran Tinggi ini. Sebenarnya untuk mencapai puncak bukit tidaklah susah malah terbilang sangatlah gampang tidak seperti saat ingin mengejar sunrise di Gunung Prau maupun Gunung Pakuwojo yang pastinya membutuhkan waktu yang lama maupun jaraknya lebih jauh.

Hanya dengan 30 menit perjalanan mendaki saja Anda akan sampai ke puncak Sikunir yang memiliki ketinggian kurang lebih 500 meter. Ada beberapa titik obyek yang memang bagus sebagai tempat pengambilan matahari terbit dari bukit sikunir atau sering di sebut golden sunrise sikunir. Kenapa di sebut Golden Sunrise karena saat detik-detik matahari mulai muncul dari peraduannya warna cahaya yang di keluarkan adalah warna emas/golden.

Golden Sunrise Sikunir Dieng
Spot objek Sikunir Sunrise di pos paling puncak atau pos utama

Setiap tahun, setiap bulan bahkan setiap hari sensasi matahari terbit dari Bukit Sikunir terlihat berbeda-beda, makanya tak henti-hentinya para sunrise hunter mencari moment-moment terbaik Golden Sunrise Sikunir sebagai koleksi foto-foto terupdate mereka.

Sebagai contoh pemandangan yang berbeda sebagai fakta unik keberagaman munculnya matahari terbit dari Bukit Sikunir di awal Bulan Februari 2015. Memang bulan Februari adalah bulan yang kurang bersahabat karena curah hujan di daerah pegunungan pada bulan tersebut terbilang sangatlah tinggi. Tapi jangan salah di balik musim hujan ada sensasi unik dan bahkan luar biasa di Dieng, lebih tepatnya saat mengejar sunrise sikunir. Mungkin sebagian orang enggan untuk bangun pagi berburu matahari terbit yang mereka bayangkan pastinya kabut serta hujan. Jadi kebanyakan mereka hanya enjoy di obyek wisata Dieng seperti Telaga Warna Dieng, Komplek Candi arjuna maupun candi-candi Dieng lainnya ataupun hanya mengunjungi kawah-kawah Dieng saja.

Sunrise Sikunir Dieng Jawa Tengah
Gazebo untuk menyaksikan Golden Sunrise Sikunir di pos utama Bukit Sikunir Dieng Jawa Tengah

Meskipun di bulan penghujan seperti di Bulan Februari ini justru sensasi matahari terbit dari bukit Sikunir akan terlihat luar biasa. Ternyata Golden Sunrise Sikunir yang dalam dekade ini menjadi momok masyarakat terlihat bagus. Ada sensasi awan yang memantulkan gradasi warna warni seperti gradasi warna merah menyala di langit saat detik-detik kemunculan sang surya. Luar biasa jangan sampai tidak menyaksikan sunrise terbaik bulan Februari ini. Selempangkan tas Anda dan bergegaslah menuju Dieng untuk mendapatkan Sensasi Golden Sunrise di Bulan Februari ini.

Inilah Keunikan Telaga Dringo

telaga dringo dieng

Dieng adalah daerah pegunungan yang kaya akan telaga-telaga unik. Telaga-telaga unik di Dataran Tinggi Dieng kebanyakan terbentuk dari bekas aktivitas vulkanik contohnya karena akibat rekahan tanah maupun bekas adanya suatu letusan. Ada juga beberapa telaga telaga Dieng unik yang terbentuk akibat terpanaskannya air dalam perut bumi salah satu contohnya adalah Telaga Warna Dieng. Telaga-telaga Dieng yang terbentuknya akibat adanya sebuah letusan salah satu contohnya adalah Telaga Dringo. Telaga Dringo Dieng merupakan salah satu telaga yang terbilang unik. Bahkan mampu mengundang para wisatawan untuk hadir mengujungi Telaga Unik Dringo Dieng ini. Telaga Dringo Dieng juga tempat favorite masyarakat setempat untuk mengadakan acara camping.

Mungkin bagi para wisatawan yang datang dari luar daerah merasa aneh dengan nama Telaga Dringo. Tapi Telaga Dringo Dieng ini menyimpang keindahan yang begitu mempesona di banding telaga-telaga Dieng lainnya. Biasanya wisatawan tahu tentang Telaga Dringo Dieng setelah mereka menyaksikan film dokumenter tentang dieng di salah satu obyek wisata Dieng yaitu di Dieng Plateau Theater. Disinilah ada beberapa ulasan singkat tentang Telaga Dringo Dieng, makanya banyak mengundang rasa penasaran di benak wisatawan yang sedang berlibur ke Dieng sehingga ingin mengunjungi telaga di Dieng yang satu ini.

Untuk menjangkau ke Telaga Dringo Dieng sebaiknya mengajak orang-orang yang tahu tentang Dieng seperti Pemandu Wisata atau mengikuti paket tour Dieng karena letak Telaga Dringo masih tersembunyi. Telaga Dringo terletak di Kecamatan Batur yang memasuki Kabupaten Banjarnegara. Telaga Dringo Dieng masuk dalam daftar peta wisata zona 2, yaitu dekat dengan obyek wisata Sumur Jalatunda dan Kawah Candradimuka. Sebenarnya tidaklah sulit menuju Kawasan Telaga Dringo Dieng karena untuk masuk kewilayah ini terlebih dahulu Anda melewati kawah yang fenomenal juga di Dieng yaitu Kawah Candradimuka. Di sisi jalan ada gapura besar bertuliskan Kawah Candradimuka. Jalanan yang masih terbilang alami dan masih agak terjal di haruskan untuk berhati-hati. Justru karena medan yang menantang tempat ini biasanya digunakan sebagai lahan jelajah adventure Dieng.

“Lepaskan semua penat dan rasa bosan Anda dengan mengunjungi salah satu telaga unik di Dataran Tinggi Dieng yaitu di Telaga Dringo. Kedamaian, kenyamanan akan dirasakan saat menghirup udara segar pegunungan di padu dengan kemewahan alamnya”

Melewati lembah dan perbukitan dan menyusuri lahan pertanian kentang akan membuat perjalanan menuju Telaga Dringo menjadi semakin berwarna. Saat sampai di Telaga Dringo rasa lelahpun akan segera terlepaskan karena pemandangan sekitar telaga ini sangatlah menawan.

Sebelum menginjakkan kaki di tepi telaga, sempatkan untuk menaiki bukit yang berada di sekitar Telaga Dringo Dieng. Disinilah Anda dapat menyaksikan keagungan alam yaitu terbentang luas pegunungan-pegununga yang mengelilingi salah satu telaga unik di Dieng ini yaitu Telaga Dringo. Dari perbukitan sekitar telaga dringo Anda juga dapat melihat landscape Telaga Dringo Dieng yang tampak unik seperti mangkuk. Disinilah dulu letusan besar terjadi dan sekarang telah menjelma telaga cantik di Dieng. Kawasan Telaga Dringo di kelilingi pepohonan cemara yang terbilang masih rimbun, hal inilah yang membuat para wisatawan betah untuk menikmati suasana di telaga ini. Obyek wisata yang satu ini juga sangatlah cocok untuk acara piknik bersama keluarga mapun kerabat Anda sembari menyingkap alam di kawasan Telaga Dringo Dieng. Kawasan obyek wisata memang jauh dari obyek wisata lainnya seperti Kawah Sikidang, Telaga Warna serta Komplek Candi Arjuna serta candi-candi lain di Dieng maka sempatkanlah waktu sehari untuk hadir menikmati keindahan alam Telaga Dringo Dieng.

Pernahkah Melihat Salju di Pegunungan?

salju dieng

salju dieng

Saat pergi jalan-jalan ke Dataran Tinggi Dieng selain melihat pemandangan pegunungan yang aduhai pastinya ingin sekali melihat fenomena-fenomena alam yang muncul Di Dieng. Pernahkan Anda merasakan udara yang teramat dingin dengan suhu di bawah nol derajad di Wilayah Indonesia. Mungkin akan terdengar tidak masuk akal jika salah satu daerah di belahan Bumi Indonesia ini memiliki suhu udara minus atau di bawah nol derajad celcius kecuali jika kita mengunjungi puncak Jaya Wijaya di Irian Jaya yang tidak semua orang bisa megjangkau daerah gunung tersebut.

Hanya dengan mengunjungi Dataran Tinggi Dieng yaitu daerah pegunungan yang berada di Kabupaten Banjarnegara dan Wonosobo Anda bisa mencicipi udara dibawah nol derajad dan bisa di katakan suhu udara minus. Jangan kaget fenomena alam seperti ini benar adanya. Ajaklah keluarga serta rekan Anda untuk mengunjungi Dieng saat musim kemarau tiba yaitu perkiraan akan jatuh di Bulan Agustus dan September.

Dibalik suhu udara yang teramat dingin di Dieng, disinilah Anda dapat menemukan sebuah keajaiban-keajaiban alam yang tercipta di negeri Dewata ini yaitu salju Dieng. Percaya tidak percaya Dataran Tinggi Dieng akan bersalju saat musim kemarau tiba. Karena suhu udara minus hal ini yang menyebabkan embun-embun pagi akan membeku yaitu dengan membentuk kristal-kristal es. Kristal-kristal es tampak tebal menyelimuti area Dieng Plateau.

Di saat inilah para wisatawan pergi berbondong-bondong menuju Dataran Tinggi Dieng, tidak hanya menyaksikan keindahan sunrise sikunir saja akan tetapi merekan akan menyempatkan diri untuk menonton fenomena langka salju Dieng. Apalagi para fotografer, mereka sangat suka dengan mengabadikan hamparan kristal-kristal es Dieng.

Saat musim salju Dieng tiba ada beberapa aktivitas unik seperti para penduduk lokal Dieng yang selalu memakai pakaian tebal. Dengan ciri khasnya, mereka memakai jaket tebal dengan pipi memerah, berkerudungan sarung dan kupluk kemanapun mereka pergi apalagi saat hendak mengengok sawah mereka untuk berkebun. Udara yang teramat dingin ini tidak menyurutkan semangat petani untuk bercocok tanam setiap paginya. Orang-orang lokal Dieng menyebut Salju Dieng sebagai Bun Upas. Sebenarnya bun upas ini memang elok di pandang akan tetapi juga memberi dampak negatif kepada para petani. Banyak pertanian mereka seperti tanaman kentang, kubis maupun sayur mayur yang layu bahkan gosong karena terkena salju Dieng ini. Di musim dingin penduduk Dieng sering mengalami paceklik, banyak dari mereka yang gagal panen.

“Jika Anda ingin menyaksikan bun upas atau sering di sebut salju Dieng kunjungilah kawasan Komplek Candi Arjuna dan datanglah sebelum sinar matahari mencairkan hamparan embun es yang membeku. Disinilah salah satu area di Dataran Tinggi Dieng yang sering di selimuti kristal-kristal es dan bersuhu minus. Jangan lupa untuk memakai jaket tebal serta sepatu agar dingin Dieng tidak menusuk sampai tulang Anda”.

Kapan Waktu Terbaik untuk Berkunjung ke Dieng

telaga warna dieng

telaga warna dieng

Saat Anda mengunjungi sebuah tempat wisata pastinya telah di agendakan saat liburan tiba, tentu ada pertanyaan inti kapan waktu terbaik untuk berkunjung ke obyek wisata tersebut. Terkadang cuaca maupun musim menjadi salah satu hal utama yang perlu di peikirkan matang-matang apalagi mengunjungi daerah-daerah yang sama sekali belum Anda ketahui contohnya saat mengunjungi obyek wisata Dieng karena berada di daerah pegunungan musim dan cuaca menjadi pertimbangan utama.

Ada beberapa informasi penting jika Anda ingin menghabiskan masa-masa weekend maupun liburan bersama keluarga ke daerah pegunungan khususnya Dieng. Kondisi cuaca maupun musim akan menjadi hal pokok saat akan mengunjungi tempat-tempat wisata alam seperti Dataran Tinggi Dieng. Memang wisata yang berbau pegunungan paling ideal dikunjungi saat musim kemarau tiba seperti di bulan-bulan July, Agustus maupun September akan tetapi saat musim penghujanpun juga bagus untuk di kunjungi bahkan menyimpan fenomena-fenomena alam menarik juga di dalamnya.

Dieng merupakan wisata pegunungan yang sudah banyak orang mengetahuinya. Sebenarnya musim hujan maupun musim kemarau tidak akan jadi masalah utama jika hendak mengunjungi Dieng. Bahkan ada beberapa fenomena menarik muncul saat kedua musim ini tiba. Saat musim kemarau jika Anda berwisata ke Dieng tentunya dalam mengunjungi semua obyek wisata akan maksimal dan tidak terhalang hujan ataupun kabut. Di musim kemarau udara di Dieng menjadi kering saat siang hari bahkan bisa di katakan udara di Dieng terbilang ekstrim. Para wisatawan dapat merasakan sensasi udara Dieng yang sangat dingin yaitu hingga nol derajad.

Di pagi hari sebelum matahari muncul Anda dapat melihat bun upas Dieng yaitu embun beku yang membentuk kristal-kristal es dan menempel di dedaunan. Daerah yang sering bersalju adalah di kawasan Komplek Candi Arjuna Dieng. Tidak hanya itu saja yang akan di dapat saat mengunjungi Dieng di musim kemarau. Saat menyaksikan matahari dari bukit sikunir, Golden Sunrise Sikunir akan tampak lebih sempurna seperti kuning telur. Sensasi alam lain yang dapat dinikmati ketika musim kemaru di Dieng adalah saat berkunjung ke Telaga Warna. Disaat musim inilah telaga warna selalu memamerkan warna-warna cantik dan terbilang warna-warna yang di hasilkan sangatlah pekat atau tidaklah pucat.

Ada fenomena alam tersembunyi saat musim penghujan tiba. Jangan takut dan jangan risau untuk mengunjungi Dieng. Di musim penghujan ini Anda akan menemukan pemandangan alam yang sangat spesial dan tidak ada saat musim kemarau tiba. Tentunya masih ingat dengan sebutan “Dieng Negeri di Atas Awan”

Saat inilah kita benar-benar dapat menyaksikan awan-awan tebal melayang-layang tepat di bawah kita jika keberuntungan di tangan Anda dan tidak tertutup kabut. Negeri di atas awan ini biasanya muncul di Bulan Oktober hingga Maret. Ada beberapa fase ketebalan awan yang dapat di saksikan jika Bulan Oktober hingga pertengahan Desember awan akan terlihat sangat kental dan putih pekat. Waktu untuk menyaksikann Dieng Negeri di Atas Awan yaitu saat menikmati indahnya sunrise dari Bukit Sikunir maupun dari Gunung Prau Dieng.

×