Gunung Prau

gunung prau dieng

Dieng merupakan surganya para pendaki. Banyak perbukitan maupun gunung-gunung yang memberikan seribu keindahan di dalamnya. Pengalaman baru pun akan di dapat bagi siapapun yang tidak enggan berjelajah dengan mendaki gunung-gunung di Dieng. Banyak sekali pilihan gunung-gunung dieng yang aman di daki oleh para climber. Gunung-gunung maupun perbukitan yang sangat fenomenal sebagai obyek wisata pendakian diantaranya Gunung Prau, Gunung Pakuwojo, Gunung Sindoro, Gunung Sumbing,Gunung Pangonan, Bukit Sikunir, Bukit Sikendil dan masih banyak lagi pilihan pendakian di Dieng. Gunung yang paling fenomenal saat ini dan selalu menjadi tranding topik bagi semua wisatawan adalah Gunung Prau. Gunung Prau Dieng sangatlah terkenal apalagi di kalangan para climber yang suka dengan wisata petualang/adventure. Hampir setiap hari pendakian Gunung Prau Dieng di padati para wisatawan yang hendak melihat keindahan Dieng secara utuh.

Gunung Prau Dieng memiliki ketiggian 2.566 mdpl sehingga tidaklah telalu sulit untuk mencapai puncak gunung ini. Ada beberapa pilihan jalur pendakian di Gunung Prau Dieng diantaranya jalur pendakian dari Desa Patak Banteng/Jojogan, jalur pendakian Gunung Prau dari Desa Kalilembu dan jalur pendakian dari Desa Dieng Kulon. Jalur pendakian saat ini yang ramai di gunakan adalah jalur pendakian dari Desa Patak Banteng/Jojogan. Gunung Prau merupakan salah satu titik objek terbaik di Dieng untuk melihat matahari terbit, karena gunung prau terletak lebih tinggi dari pada pegunungan-pegunungan di Dieng lainnya jika cuaca mendukung dari sinilah kita dapat menyaksikan lautan awan yang begitu kental melayang-layang di kaki gunung dengan background Gunung Sindoro yang tampak menjulang tinggi. Makanya ribuan wisatawan yang hobby tracking tidak bakal melewatkan obyek wisata Dieng yang satu ini. Untuk menyaksikan matahari terbit dari puncak Gunung Prau kita di anjurkan untuk start mendaki pukul 01.00 dini hari. Bagi pendaki pemula akan menghabiskan waktu sekitar 3-4 jam perjalanan. Jalur pendakian prau masih terlihat terjal sehingga ada beberapa hal yang perlu di perhatikan sebelum melakukan perjalanan mendaki diantaranya, persiapan fisik yang kuat, memakailah sepatu khusus tracking, membawa jaket hangat, penutup kepala maupun kaos tangan karena di Puncak Gunung Prau sangatlah dingin dan berangin kencang, penerangan seperti lampu senter dan jangan lupa membawa bekal/logistik yang cukup.

Perjalanan mendaki pun akan terbayar setelah kita sampai di Puncak Gunung. Keindahan golden sunrise dan lautan awan akan di dapatkan jika cuaca mendukung. Jika hari sudah mulai terang kita akan melihat ribuan perbukitan kecil di puncak Gunung Prau. Makanya Gunung Prau Dieng di juluki sebagai Bukit Teletubies maupun Gunung dengan seribu bukit. Di Gunung Prahu Dieng inilah kita juga dapat melihat hamparan bunga daisy dengan warna putih, kuning, pink maupun merah.

Theater

dieng plateau theater

Setelah menyatu dengan alam Dataran Tinggi Dieng yang mempersona seperti mengunjungi berbagai telaga-telaga cantik, kawah-kawah unik, maupun serangkaian perjalanan menelisik sejarah di candi-candi Dieng waktunya untuk melihat fenomena alam yang sebenarnya telah terjadi dengan mengikuti sajian dokumentasi di tempat yang sudah di sediakan yaitu di Dieng Plateau Theater. Dieng Plateau Theater berlokasi tidak jauh dari obyek wisata dieng lainnya. Banyak tulisan yang menunjukkan obyek wisata Dieng ini.

Saat memasuki jalan masuk lokasi tersebut kita akan di sambut keindahan yang luar biasa yaitu banyak di kanan kiri jalan terdapat bunga terompet berwarna orange dan pink bergelantungan lebat di sepanjang jalan. Dieng Plateau Theater merupakan salah satu obyek wisata Dieng in door atau di dalam ruangan. Disini para wisatawan akan melihat suguhan pesona alam Dieng melalui audio visual kadang orang-orang menyebutkan obyek wisata ini sebagai bioskop mini Dieng. Dieng Plateau Theater menyajikan tayangan tentang Dataran Tinggi Dieng diantaranya geogrfis Dieng Plateau, history, sosial, budaya , kejadian-kejadian alam masa lampau dan kekayaan alam Dieng saat ini.

Obyek wisata yang satu ini akan memberikan ilmu yang bermanfaat bagi siapa saja yang mengujungi Dieng Plateau Theater. Film Dokumenter tentang Dieng di sajikan apik dengan durasi kurang lebih 23 menit dan kapasitas penonton 100 orang. Untuk mengunjungi obyek wisata Theater Dieng tidak perlu menunggu penuh wisatawan karena kapanpun Anda datang ke obyek wisata dieng yang satu ini, para petugas akan siap memutarkan film dokumenter Dieng sesegera mungkin.

Saat menunggu film yang akan di putar, para wisatawan bisa memandang indahnya landscape Dieng seperti area Komplek Candi Arjuna yang tampak dari kejauhan dan kawasan obyek Kawah Sikidang tampak berwarna-warni dengan asap putih yang mengepul. Dari kawasan Dieng Plateau Theater dengan berjalan menanjak sedikit Anda juga dapat menyaksikan eksotisnya Telaga Warna Dieng dan Pengilon Dieng dari Batu Ratapan Angin. Sembari menyaksikan hamparan alam Dieng di area Dieng Plateau Theater, Anda juga bisa mencicipi kudapan khas Dieng yaitu jamur krispi Dieng, kentang goreng Dieng serta secangkir gingseng Dieng. Sungguh akan membawa Anda, keluarga serta kerabat ke perjalanan yang tak terlupa di Dataran Tinggi Dieng Jawa Tengah.

Telaga Cebong

telaga-cebong-dieng-plateau-jawa-tengah

Dieng merupakan daerah pegunungan yang kaya akan obyek wisata alam maupun bentang-bentang pegunungan yang tampak dramatis. Di Dataran Tinggi Dieng banyak juga telaga-telaga nan eksotis dan banyak dikunjungi wisatawan. Mungkin mustahil di pegunungan terdapat banyak telaga, nyatanya Dieng adalah surganya telaga-talaga cantik. Dieng memiliki desa yang di nobatkan sebagai desa tertinggi di Pulau Jawa yaitu Desa Sembungan. Desa ini berada di ketinggian di atas 2000 mdpl. Didesa inilah telaga nan cantik berada. Telaga Cebong sebagai sebutannya. Mungkin nama cebong ini unik dan entah dari mana bahasa cebong berasal. Sebenarnya kata cebong berasal dari anakan katak yang masih mempunyai ekor dan belum berkaki. Itulah yang di sebut cebong.

Orang setempat menyebut telaga ini sebagi Telaga Cebong Dieng karena bentuk dari telaga tersebut mirip dengan anakan katak/cebong. Tentunya ribuan wisatawan telah menginjakkan kaki di Telaga Cebong Dieng karena Telaga Cebong ini terletak persis di kaki Bukit Sikunir yang terkenal akan Golden Sunrise Sikunir. Tepi dari Telaga Cebonglah yang di gunakan sebagai area parkir maupun tempat orang-orang menyeruput wedang hangat sebelum mereka mendaki Bukit Sikunir. Terkadang orang-orang yang hendak menuju Bukit Sikunir tidak sadar bahwa samping area parkir mobil mereka adalah sebuah telaga yaitu Telaga Cebong Dieng.

Landscape Telaga Cebong Dieng pastilah akan terlihat menawan jika dilihat dari Puncak BUkit Sikunir. Setelah para wisatawan menghabiskan waktu fajar mereka menyaksikan indalhnya Golden Sunrise Sikunir pastilah akan langsung bergegas ke spot obyek yang berbeda untuk melihat indahnya Telaga Cebong Dieng. Telaga yang memiliki posisi tepat di tengah-tengah perbukitan menjadi daya tarik tersendiri. Dari tepi Telaga Cebong Dieng Anda juga dapat menikmati angin segar pegunungan di tepi telaga.

Jika hendak merasakan dinginnya malam Dieng, tidak sedikit para wisatawan memanfaatkan tepi Telaga Cebong untuk mengadakan acara camping. Telaga Cebong Dieng telah menjadi nadi kehidupan di Desa Sembungan yaitu desa tertinggi di pulau Jawa. Air telaga ini di manfaatkan untuk menyirami area pertanian kentang di kala musim kemaru tiba dan resapan airnyapun untuk kebutuhan sehari-hari desa setempat. Keindahan Dieng tak ada habisnya air Telaga Cebong ini juga mengalur ke hilir dan membentuk air terjun yang sangat fenomenal yaitu Air Terjun Sikarim yang tepat berada di bawah Desa Sembungan Dieng.

Sunrise Sikunir

golden sunrise sikunir dieng plateau

Dataran Tinggi Dieng merupakan daerah pegunungan yang kaya akan obyek wisata alamnya. Gunung-gunung Dieng, candi-candi Dieng, telaga-telaga Dieng, kawah-kawah Dieng, pertanian Dieng maupun fenomena unik yang dapat di ada di Dataran Tinggi Dieng. Dieng mempunyai banyak pegunungan dan semuanya mempunyai karakteristik sendiri-sendiri dan juga memamerkan keindahan masing-masing salah satunya adalah Bukit Sikunir yang selalu menyimpan sejuta keindahan. Tentunya tidak asing lagi jika kita menyebutkan kata Sikunir lebih tepatnya adalah Bukit Sikunir. Sikunir adalah sebuah bukit di Dataran Tinggi Dieng yang selalu ramai di kunjungi oleh para pelancong.

Bukit Sikunir menjadi salah satu obyek maupun destinasi utama para wisatawan yang berkunjung ke Dieng. Di Bukit Sikunir inilah kita dapat menyaksikan indahnya matahari terbit yang berwarna emas yang sering juga di sebut Golden Sunrise Sikunir. Banyak orang awam yang tidak tau Dieng sama sekali, makanya jika Anda hendak menyaksikan sunrise sikunir di sarankan untuk mengajak orang yang sudah benar-benar tau Dieng maupun mengikuti ragam paket wisata yang telah di sediakan oleh penduduk setempat. Ada beberapa hal yang harus di perhatikan sebelum menuju obyek wisata dieng yang satu ini yaitu menikmati sunrise sikunir diantaranya harus menyiapkan fisik yang matang karena Anda harus mendaki bukit terlebih dahulu dengan ketinggian kurang lebih 500 meter den melewati medan yang terbilang lumayan terjal dengan tekstur masih tanah dan batu.

Yang paling fatal adalah ketika hendak melihat sunrise sikunit jangan sampai salah perlengkapannya seperti sepatu yang di pakai harus benar-benar sepatu khusus untuk tracking, jangan pula  lupa menggunakan jaket hangat dan lampu penerangan yang cukup seperti senter karena di Bukit Sikunir belum ada penerangan jalan khususnya di jalur pendakian. Meskipun harus berjuang untuk menaiki Bukit Sikunir yaitu bangun pagi-pagi dan harus mendaki terlebih dahulu tapi tidak sama sekali menyurutkan para wisatawan untuk sampai ke puncak Bukit Sikunir untuk menyaksikan sunrise sikunit. Semua kelelahan dan keputusasaan akan segera terbayar ketika Anda sampai di puncak Bukit Sikunir. Di situlah warna emas matahari mulai terpancar menyinari lembah-lembah Dieng nan indah. Landscape Gunung Sindoro, Gunung Merapi, Gunung Merbabu, Gunung Lawu, dan Gunung Ungaran tampak menghiasi dan menemani terbitnya Golden Sunrise Sikunir. Hal inilah yang membuat sunrise sikunir menjadi obyek wisata utama di Dieng yang tersohor hingga ke mancanegara.

Kawah Sikidang

kawah sikidang

Kawah Sikidang Dieng adalah satu obyek wisata yang sering ramai dikunjungi oleh para wisatawan. Apalagi wisatawan dari luar daerah maupun dari mancanegara karena fenomena seperti di Kawah Sikidang yang jarang di Dapat. Kawah Sikidang adalah salah satu kawah yang ada di Dieng yang aman di kunjungi. Kawah Sikidang tidak berbahanya karena tidak mengandung karbondioksida seperti yang ada dalam Kawah Sinila dan Kawah timbang.

Kawah Sikidang Dieng ini berbau belerang yang agak menyengat jadi di anjurkan siapapun yang berkunjung ke kawasan Kawah Sikidang Dieng diharapkan memakai masker untuk mengurangi kadar bau belerang yang ada.

Kawah Sikidang Dieng ini terbilang unik karena kawah utamanya sering berpindah-pindah tempat makanya penduduk lokal menamakan kawah ini sebagai Kawah Sikidang yang berasal dari kata Kidang yaitu hewan Kijang.

Di area kawah sikidang banyak terdapat kawah-kawah kecil dengan air mendidih.Titik didih kawah kecil ini tidak sampai 100 derajad celcius jasi terbilang tidak telalu panas. Air belerang sebenarnya bagus untuk pengobatan kulit seperti jerawat atau penyakit gatal lainnya sehingga bagi Anda yang mempunyai masalah dengan kulit dapat memanfaatkan fenomena alam Dieng yang satu ini sebagai obat. Hanya mengoleskan sedikit air yang mengandung belerang di Kawah Sikidang di Dieng ke bagian kulit yang bermasalah.

kawah Sikidang Utama di Dieng Jawa Tengah
Asap mengepul terlihat di Kawah Sikidang Diengdengan air belerang yang mendidih

Selain untuk pengobatan,tekstur alam yang berwarna warni pun sering di manfaatkan oleh para pengunjung untuk berfoto ria. Apalagi sambil mencicipi telur yang di rebus di air berlerang. Dikawah utama kita dapat menemukan penduduk setempat sedang merebus telur ayam maupun telur puyuh dan siap dijual jika wisatawan mengingikan mencicipi si telur rasa belerang ini. Banyak wisatawan penasaran mencicipi telur belerang rasanyapun tidak berbeda dengan rasa telur rebus hanya saja sedikit tercium bau belerang karena telur rebus belerang ini saat merebusnya di bungkus dengan plastik terlebih dahulu.

Selesai icip-icip telur rebus Kawah Sikidang Anda juga dapat berbelanja ketntang dieng yang baru di panen siap di jajakan oleh pedagang-pedagang lokal, buah carica, terung belanda, pring gondani, aneka macam bunga edelwais dan lain sebagainya semua akan Anda temukan saat mengunjungi Kawah Sikidang Dieng

Telaga Warna

Telaga Warna Dieng

Berlibur bersama keluarga tercinta adalah ide yang menarik. Mengunjungi telaga cantik di Dieng yaitu Telaga Warna Dieng yang telah di nobatkan menjadi telaga terindah di Dieng akan menjadi suatu keharusan. Telaga Warna merupakan salah satu obyek wisata Dieng di alam terbuka yang akan mengajari Anda dan keluarga serta kerabat untuk mengajarkan kata bersyukur dan mengagumi ciptaan Tuhan.

Di obyek wisata Telaga Warna Dieng, dengan pemandangan alam yang begitu menakjubkan sehingga mengisyaratkan kita untuk mengabadikannya. Saat memasuki pintu masuk utama Anda juga akan di sambut hangat oleh bunga-bunga hortensia atau yang di sebut bunga panca warna yang selalu bermekaran setiap harinya untuk menyambut setiap tamu yang datang.

Telaga Warna Dieng dengan pemandangan yang khas di muka telaga yaitu dua batang yang tidak pernah rapuh disana dan sudah menjadi icon tersendiri. Banyak orang-orang memanfaatkan dua batang tersebut untuk berfoto-foto dengan background yang menawan terpadu bersama warna-warna cantik dari permukaan air Telaga Warna.

Telaga warna merupakan salah satu telaga di Dieng Plateau yang memiliki warna-warna di permuakaannya. Warna-warna tersebut di akibatkan karena adanya pantulan cahaya matahari ke dalam air belerang. Telaga ini mengandung sulfur yang tidak berlebihan sehingga dapat di pantulkan oleh cahaya matahari.

Waktu yang tepat untuk mengunjungi obyek wisata Telaga Warna Dieng adalah di saat siang hari. Matahari akan memantulkan sinarnya secara utuh ke dalam telaga yang mengandung kandungan belerang tersebut. Disisi Telaga Warna Dieng Anda juga dapat mengunjungi Telaga Pengilon, dan komplek gua-gua alam Dieng.

Komplek Candi Arjuna

komplek candi arjuna dieng

komplek candi arjuna dieng

Tidak hanya pemandangan alam saja yang tersaji di Dieng. Obyek wisata Dieng penuh sejarah juga akan di dapatkan. Seperti saat kita mengunjungi candi-candi Dieng khususnya di Komplek Candi Arjuna. Objek wisata yang satu ini akan membawa kita untuk flash back masa lalu saat kejayaan suatu beradaban di Dieng.

Komplek Candi Arjuna merupakan salah satu objek wisata yang banyak di gemari oleh para wisatawan. Komplek Candi Arjuna terletak di Desa Dieng Kulon Kabupaten Banjarnegara. Akses jalanpun sangat mudah dan tidak jauh dari pertigaan utama Dieng. Sebelum memasuki area candi kita terlebih dahulu akan menyaksikan puing-puing bekas rumah orang jaman dahulu yang di sebut Komplek Darmasala yang persis berada di sisi kakan kiri jalan setapak untuk memasuki komplek Candi Arjuna Dieng.

Ada lima bangunan candi yang berdiri di area ini diantaranya dari yang paling ujung namanya Candi Arjuna, Candi Srikandi, Candi Puntadewa, Candi Sembadra dan tepat berada di depan Candi Arjuna adalah Candi Semar. Semua candi-candi Dieng berukuran kecil. Candi-candi Dieng diperkirakan di bangun dari abad ke-7 sehingga bangunan candipun bermacam-macam. Karakteristik candi-candi yang ada di Komplek Candi Arjuna akan terlihat pada ukiran kala dan makaranya.

Komplek Candi Arjuna merupakan candi beraliran Hindu tertua di Jawa tampak pada arsitektur di setiap sisinya. Sedikit ukiran dan tampak lebih sederhana tidak seperti candi-candi Hindu lainnya yang dibangun setelahnya. Di area komplek Candi Arjuna biasanya di gunakan untuk ritual-ritual penting oleh penduduk setempat penduduk asli Dieng. Di sinilah upacara besar pencukuran rambut gimbal (Dieng culture festival) atau yang sering di sebut ruwatan anak rambut gimbal Dieng diselenggarakan.

Ada moment-moment langka yang hadir juga di area Candi Arjuna Dieng. Saat musim kemarau tiba disinilah embun-embun es pagi hari atu yang sering di sebut salju Dieng terhampar luas melengkapi landscape candi yang akan tampak dramatis. Suhu minus akan Anda dapatkan ketika mengunjungi Komplek Candi Arjuna saat musim kemarau tiba tepatnya sebelum matahari terbit dari ufuk timur.

×